ANALISIS KASUS TEROR KEPALA BABI TERHADAP MEDIA TEMPO DALAM PERSPEKTIF SILA KE-4 PANCASILA
Keywords:
Pancasila; Sila Keempat; Demokrasi; Teror Media; Kebebasan PersAbstract
Isu kebebasan pers di Indonesia masih rentan terhadap berbagai bentuk ancaman, intimidasi, dan kekerasan simbolik meskipun telah dijamin oleh konstitusi. Salah satu kasus yang paling menyita perhatian publik adalah teror kepala babi terhadap kantor redaksi Tempo pada 19 Maret 2025, yang menimbulkan pertanyaan mengenai kedewasaan demokrasi serta sejauh mana nilai-nilai Pancasila diimplementasikan dalam kehidupan publik. Penelitian ini berupaya menjawab pertanyaan: bagaimana peristiwa tersebut dapat dipahami dalam perspektif sila keempat Pancasila, yaitu “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.” Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan kerangka teori filsafat Pancasila, penelitian ini menganalisis berita daring, dokumen hukum, serta literatur akademik untuk menginterpretasikan makna moral dan politik dari tindakan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teror kepala babi merupakan bentuk intimidasi simbolik terhadap kebebasan pers dan bertentangan dengan nilai kebijaksanaan, musyawarah, serta penghargaan terhadap perbedaan pendapat. Studi ini menegaskan pentingnya penguatan budaya demokrasi berbasis Pancasila guna mencegah terulangnya pelanggaran serupa di masa depan.







