HUBUNGAN CERITA DONGENG TIKO SANG TIKUS PEKERJA KERAS DAN CIKO SI AYAM PEMALAS, DENGAN PENDIDIKAN KARAKTER ANTI KORUPSI PAK KELAS 4 DI SD N 2 SIBORONGBORONG TAHUN 2026

Authors

  • Sriyanti br Pasaribu Institut Agama Kristen Negeri Tarutung
  • Masta Nababan Institut Agama Kristen Negeri Tarutung
  • Edison Simarmata Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Keywords:

cerita dongeng, pendidikan karakter anti korupsi, Pendidikan Agama Kristen.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan cerita dongeng Tiko Sang Tikus Pekerja Keras dan Ciko Si Ayam Pemalas dengan pendidikan karakter anti korupsi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK) di kelas SD Negeri 2 Siborongborong tahun 2026. Cerita dongeng digunakan sebagai media pembelajaran yang kontekstual dan dekat dengan dunia anak untuk menanamkan nilai-nilai karakter positif seperti kejujuran, tanggung jawab, kerja keras, dan disiplin yang merupakan bagian penting dari pendidikan karakter anti korupsi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian adalah siswa kelas 4 PAK SD Negeri 2 Siborongborong. Data dikumpulkan melalui angket dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik statistik korelasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara penggunaan cerita dongeng Tiko Sang Tikus Pekerja Keras dan Ciko Si Ayam Pemalas dengan penguatan pendidikan karakter anti korupsi pada siswa. Dengan demikian, cerita dongeng dapat menjadi salah satu media pembelajaran yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai anti korupsi melalui pembelajaran Pendidikan Agama Kristen di sekolah dasar.

Downloads

Published

2026-06-03

How to Cite

Sriyanti br Pasaribu, Masta Nababan, & Edison Simarmata. (2026). HUBUNGAN CERITA DONGENG TIKO SANG TIKUS PEKERJA KERAS DAN CIKO SI AYAM PEMALAS, DENGAN PENDIDIKAN KARAKTER ANTI KORUPSI PAK KELAS 4 DI SD N 2 SIBORONGBORONG TAHUN 2026. Jurnal Psikososial Dan Pendidikan, 2(2), 2034–2043. Retrieved from https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4413