PENERAPAN PERMAINAN BOCCIA DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MOTORIK ANAK TUNADAKSA USIA 5–6 TAHUN DI SEKOLAH LUAR BIASA
Keywords:
permainan boccia, kemampuan motorik, anak tunadaksa, pembelajaran motorik adaptif, anak usia diniAbstract
Perkembangan kemampuan motorik merupakan aspek penting dalam pendidikan anak usia dini, khususnya bagi anak tunadaksa yang mengalami keterbatasan fisik. Diperlukan pembelajaran motorik adaptif yang mampu memberikan stimulasi sesuai dengan karakteristik dan kemampuan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penerapan boccia dalam mengembangkan kemampuan motorik anak tunadaksa usia 5–6 tahun di Sekolah Luar Biasa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas satu anak tunadaksa, satu guru kelas, dan satu orang tua. Teknik pengumpulan data meliputi observasi nonpartisipan, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan, dengan keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan permainan boccia secara sistematis dan bertahap mampu meningkatkan koordinasi mata dan tangan, kekuatan otot lengan, serta ketepatan dan kontrol gerakan anak. Selain itu, permainan boccia juga memberikan dampak positif terhadap peningkatan kepercayaan diri, motivasi, dan kemandirian anak. Dengan demikian, permainan boccia dapat dijadikan sebagai media pembelajaran motorik adaptif yang efektif bagi anak tunadaksa usia dini di Sekolah Luar Biasa.







