EVALUASI IMPLEMENTASI E-LEARNING DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: PERSPEKTIF GURU DAN SISWA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
Keywords:
Evaluasi Pembelajaran, E-Learning, Pendidikan Agama Islam, Perspektif Guru dan Siswa, Kurikulum Merdeka.Abstract
Transformasi digital dalam dunia pendidikan menuntut integrasi teknologi yang masif, termasuk pada mata pelajaran yang sarat akan nilai karakter seperti Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi e-learning dalam pembelajaran PAI di Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari perspektif guru dan siswa. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di SMP Husnul Hidayah Pacet, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 5 guru dan informan kunci, observasi partisipatif, dokumentasi, serta angket yang disebarkan kepada 13 siswa kelas VIII. Analisis data menerapkan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi e-learning PAI berada pada kategori cukup efektif dengan skor rata-rata 65%, lebih rendah dibandingkan mata pelajaran umum (72%). Platform digital dinilai efektif memfasilitasi aspek kognitif-teoretis (akidah, fikih, sejarah), namun kurang efektif dalam mengakomodasi dimensi afektif-spiritual (pembinaan akhlak dan keteladanan). Hambatan utama yang ditemukan meliputi rendahnya kompetensi TPACK guru, kelangkaan repositori konten digital PAI yang terstandarisasi, kesenjangan aksesibilitas gawai/kuota, serta hilangnya atmosfer spiritual di ruang maya. Di sisi lain, fleksibilitas Kurikulum Merdeka Belajar dan tingginya penetrasi gawai pada Gen Z menjadi peluang strategis yang besar. Penelitian ini merekomendasikan transisi menuju model blended learning berbasis nilai, akselerasi pelatihan TPACK bagi guru PAI, serta kolaborasi regulasi untuk penyediaan konten digital keagamaan yang inklusif.







