PENGUATAN KETERAMPILAN SOSIAL SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI PRAKTIK OLAHRAGA TRADISIONAL

Authors

  • Moch Yoga Pratama STKIP Bina Mutiara Sukabumi
  • Helda Pasaribu STKIP Bina Mutiara Sukabumi
  • Rosikah STKIP Bina Mutiara Sukabumi
  • Yeni Febriani STKIP Bina Mutiara Sukabumi
  • Triana Permata Rizki STKIP Bina Mutiara Sukabumi
  • Neng Indri Nopiyanti STKIP Bina Mutiara Sukabumi
  • Yudi Muhamad Ramdaniatulohudin STKIP Bina Mutiara Sukabumi
  • Siti Silvia Zulfah STKIP Bina Mutiara Sukabumi
  • Amanda Khairunnisa R STKIP Bina Mutiara Sukabumi
  • Rahma Mukilah STKIP Bina Mutiara Sukabumi
  • Nyimas Darojatun Ulya STKIP Bina Mutiara Sukabumi
  • M. Arya Rangga Bima STKIP Bina Mutiara Sukabumi
  • Fawwaz Afif STKIP Bina Mutiara Sukabumi
  • M Maulana Rahmawan STKIP Bina Mutiara Sukabumi

Keywords:

permainan tradisional, keterampilan sosial, pendidikan jasmani, siswa sekolah dasar, kerja sama

Abstract

Permainan tradisional merupakan salah satu bentuk aktivitas fisik yang memiliki nilai edukatif dan dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di sekolah dasar. Selain memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan aktivitas gerak, permainan tradisional juga menyediakan ruang bagi siswa untuk berinteraksi, berkomunikasi, bekerja sama, menaati aturan, dan menunjukkan sikap sportif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan permainan olahraga tradisional serta keterampilan sosial yang muncul pada siswa sekolah dasar melalui permainan hadang, lari balok, dan lompat tali. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi terhadap siswa kelas V dan respons guru terhadap kegiatan. Subjek penelitian berjumlah 35 siswa kelas V di SDN Cikareo. Kegiatan dilaksanakan pada 12 Agustus 2026. Hasil observasi menunjukkan bahwa permainan tradisional mampu menciptakan suasana pembelajaran yang aktif dan menyenangkan. Pada awal kegiatan, sebagian siswa terlihat kurang bersemangat dan cenderung pasif. Setelah permainan dimulai, siswa menunjukkan antusiasme yang lebih tinggi, terlibat secara aktif, serta menunjukkan interaksi dan kerja sama yang lebih terlihat selama permainan berlangsung. Permainan hadang memberikan ruang bagi siswa untuk bekerja sama dalam menyusun strategi dan berkomunikasi dengan anggota kelompok. Permainan lari balok mendorong siswa untuk saling membantu, menjaga keseimbangan, dan memberikan dukungan kepada teman. Sementara itu, permainan lompat tali mendorong interaksi antarsiswa, keberanian, kesabaran, serta kemampuan mengikuti aturan permainan. Respons guru terhadap kegiatan juga menunjukkan penerimaan yang positif karena permainan dianggap menyenangkan dan dapat digunakan kembali dalam kegiatan pembelajaran. Dengan demikian, permainan olahraga tradisional dapat menjadi alternatif aktivitas pembelajaran PJOK yang tidak hanya melibatkan aspek fisik, tetapi juga memberikan ruang bagi berkembangnya keterampilan sosial siswa sekolah dasar.

Downloads

Published

2026-08-29

How to Cite

Moch Yoga Pratama, Helda Pasaribu, Rosikah, Yeni Febriani, Triana Permata Rizki, Neng Indri Nopiyanti, Yudi Muhamad Ramdaniatulohudin, Siti Silvia Zulfah, Amanda Khairunnisa R, Rahma Mukilah, Nyimas Darojatun Ulya, M. Arya Rangga Bima, Fawwaz Afif, & M Maulana Rahmawan. (2026). PENGUATAN KETERAMPILAN SOSIAL SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI PRAKTIK OLAHRAGA TRADISIONAL. Jurnal Psikososial Dan Pendidikan, 2(3), 3497–3512. Retrieved from https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4949