KEHIDUPAN DALAM MENGEMBANGKAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI : PERSPEKTIF AL-ISLAM DAN KEMUHAMMADIYAHAN
Keywords:
Al-Islam dan Kemuhammadiyahan; ilmu pengetahuan; teknologi; PHIWM; etika digitalAbstract
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menghadirkan peluang besar bagi peningkatan kualitas hidup, pendidikan, pelayanan publik, dan pembangunan peradaban. Namun, kemajuan tersebut juga menimbulkan persoalan etis, seperti penyalahgunaan data, penyebaran informasi keliru, ketimpangan akses, dan penggunaan kecerdasan buatan tanpa tanggung jawab. Artikel ini bertujuan menganalisis pengembangan IPTEK dalam perspektif Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, khususnya melalui prinsip integrasi iman, ilmu, amal saleh, serta Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan menelaah Al-Qur’an, dokumen Muhammadiyah, dan literatur mengenai etika teknologi. Data dianalisis secara deskriptif-analitis melalui identifikasi tema, interpretasi nilai, dan sintesis konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islam tidak mempertentangkan iman dengan pencarian ilmu; sebaliknya, aktivitas keilmuan perlu ditopang oleh nalar kritis, keterbukaan terhadap kebenaran, integritas, dan orientasi kemaslahatan. Dalam kerangka Muhammadiyah, penguasaan IPTEK merupakan bagian dari ikhtiar membangun kehidupan yang berkemajuan, selama pengembangan dan penggunaannya dikendalikan oleh tanggung jawab moral. Artikel ini menawarkan kerangka konseptual pengembangan IPTEK yang bertumpu pada tauhid, kecakapan ilmiah, etika, dan kebermanfaatan sosial. Implikasinya, perguruan tinggi perlu memperkuat literasi digital, etika riset, tata kelola data, serta pemanfaatan teknologi yang inklusif dan berorientasi pada kemanusiaan.







