POTENSI DAN DAMPAK WISATA BAHARI DI KEPULAUAN RIAU PULAU BATU ABANG BINTAN

Authors

  • Putri Suci Ramadhani Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Rosmawati Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Syifa Alisya Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Umi Anisa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Yulia Novita Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Keywords:

Pariwisata, Bahari, Pulau Abang, Kepri.

Abstract

Abstrak

Pariwisata bahari merupakan salah satu bentuk pariwisata yang populer, melibatkan kegiatan di perairan seperti memancing, menyelam, dan snorkeling. Indonesia, dengan kekayaan alam, budaya, dan sejarahnya, memiliki potensi wisata yang sangat besar. Salah satu destinasi alternatif yang menarik adalah Pulau Abang di Kepulauan Riau. Terletak sekitar 50 km dari Kota Batam, Pulau Abang memiliki keindahan alam yang luar biasa, termasuk terumbu karang yang beragam dan air laut yang jernih, menjadikannya lokasi ideal untuk aktivitas snorkeling. Pengembangan Pulau Abang dilakukan oleh Pemerintah Kota Batam dan investor, dengan rencana pembangunan infrastruktur wisata seperti penginapan alami. Meski pariwisata memberikan dampak ekonomi positif, seperti penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat lokal, ada juga tantangan terkait dampak sosial budaya dan lingkungan. Aktivitas pariwisata yang meningkat dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, termasuk penurunan populasi ikan dan kerusakan terumbu karang.Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi dan tantangan yang dihadapi Pulau Abang dalam konteks pariwisata bahari. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi pustaka, diharapkan temuan ini dapat memberikan wawasan untuk pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan dan mendukung kesejahteraan masyarakat serta pelestarian lingkungan.

References

Akhirmana & Nurhasanah (2019). Strategi Pengembangan Pariwisata Bahari Desa Pulau Benan Kecamatan Senayang Kabupaten Lingga Provinsi Kepulauan Riau. Jurnal Bahtera Inovasi. Vol 2(2), 163-174.

Faradilla Andini (2022). Pengembangan Ekowisata Bahari Di Kepulauan Riau. Jurnal Sains, Sosial Dan Humaniora. Vol 2(2), 12-15.

Hanifa Irfan Dkk (2024). Pola Arus Dan Gelombang Air Laut Di Sekitar Perairan Pulau Abang Besar, Kecamatan Galang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Indonesian Journal Of Oceanography. Vol 6(4), 383-393

Imam Ozal &Ida Rahayu (2024). Model Pengelolaan Wisata Bahari Berkelanjutan Di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. E-Journa. Vol 6(1). 1-9

Syaiful Hendra Dkk (2023). Analisa Dampak Pengembangan Destinasi Wisata Bahari Pulau Abang Terhadap Masyarakat. Jurnal Mata Pariwisata. Vol 2(1), 16-23.

Downloads

Published

2024-12-22

How to Cite

Putri Suci Ramadhani, Rosmawati, Syifa Alisya, Umi Anisa, & Yulia Novita. (2024). POTENSI DAN DAMPAK WISATA BAHARI DI KEPULAUAN RIAU PULAU BATU ABANG BINTAN. Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora, 4(1), 1322–1328. Retrieved from https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/1733

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 6 7 > >>