RITUAL MANGAN NAPAET UGAMO MALIM
Keywords:
Dosa, mangan Napaet, parmalimAbstract
Penelitian ini mengkaji ritual Mangan Napaet dalam agama Parmalim. Tujuannya adalah untuk memahami konsep dosa dalam perspektif Parmalim dan bagaimana ritual tersebut dipercaya mampu menghapuskan dosa. Ugamo Malim merupakan sistem kepercayaan tradisional yang berkembang di tengah masyarakat Batak. Penganutnya, yang dikenal sebagai Parmalim, mewarisi dan melestarikan ajaran leluhur yang diyakini telah dipraktikkan turun-temurun. Di dalam Ugamo Malim, upacara Mangan Napaet memegang peranan penting sebagai ritual penyucian diri dari dosa. Ritual tersebut berupa memakan makanan yang pahit, asam, pedas, sepat dan asin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa wawancara dan studi pustaka. Berdasarkan penelitian, kepercayaan Ugamo Malim/Parmalim mengaitkan dosa dengan kepahitan dan penderitaan hidup. dosa dipandang sebagai akar kepahitan dan penderitaan duniawi, sekaligus penghalang bagi pencapaian hidup yang suci dan persekutuan kekal dengan Debata. Ritual mangan Napaet bertujuan memohon pengampunan dosa kepada Debata. Akan tetapi penyesalan dan niat untuk bertobat jauh lebih penting daripada ritual itu sendiri.
References
———. “MALIM RELIGION: A LOCAL RELIGION IN INDONESIA.” International
Coward, Harold. Sin and Salvation in World Religious: A Short Introduction. Oxford: Oneworld Publications, 2003.
Gultom, Ibrahim. Agama Malim Di Tanah Batak. 1st ed. Jakarta: Bumi Aksara, 2010.
https://jurnalharmoni.kemenag.go.id/index.php/harmoni/article/view/182.
Journal of Sociology and Anthropology Research 4, no. 2 (2018): 1–10.







