PROTOLIT DAN PERUBAHAN KOMPOSISI BATUAN METAMORF AKIBAT ALTERASI HIDROTERMAL PADA ENDAPAN EMAS DI PEGUNUNGAN RUMBIA SULAWESI TENGGARA : REVIEW LITERATUR 2020-2022
Keywords:
Alterasi hidrotermal, batuan metamorf, protolit, endapan emas, Pegunungan Rumbia.Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan komposisi batuan metamorf akibat alterasi hidrotermal serta menentukan hubungan antara protolit dan mineralisasi emas di Pegunungan Rumbia, Sulawesi Tenggara. Metode yang digunakan meliputi studi pustaka, pemetaan lapangan, analisis petrografi, dan analisis geokimia dengan ICP-AES. Hasil penelitian menunjukkan bahwa protolit batuan metamorf di daerah ini berasal dari batuan sedimen seperti pelitik dan greywacke dalam fasies sekis hijau dengan derajat metamorfisme rendah hingga sedang. Proses alterasi hidrotermal menghasilkan tiga zona utama, yaitu propilitik, serisitik, dan argilik, yang masing-masing menunjukkan perubahan signifikan dalam komposisi unsur. Alterasi argilik memiliki hubungan paling erat dengan mineralisasi emas, dengan kandungan Au tertinggi hingga 18 ppm. Studi ini memberikan wawasan penting dalam eksplorasi emas serta pemahaman tentang sistem hidrotermal di wilayah penelitian.
References
Hasria, Idrus, A., & Warmada, I. W. (2020). Perubahan komposisi batuan metamorf akibat proses alterasi hidrotermal pada endapan emas di Pegunungan Rumbia, Sulawesi Tenggara. Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral, 21(3), 119-127.
Hasria, Idrus, A., & Warmada, I. W. (2022). Protolit batuan metamorf di Pegunungan Rumbia, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara, Indonesia. Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral, 23(1), 25-33.







