FRAGMENTASI HABITAT TERHADAP KELESTARIAN FLORA ENDEMIK DI TAMAN NASIONAL KERINCI SEBLAT
Studi Literature
Keywords:
Fragmentasi Habitat, Flora Endemik, Taman Nasional Kerinci Seblat, Konservasi, Keanekaragaman Hayati.Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fragmentasi habitat terhadap pelestarian flora endemik di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan systematic literature review terhadap berbagai artikel ilmiah yang relevan dalam rentang waktu 2015–2026. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi dengan mengelompokkan informasi berdasarkan faktor penyebab, dampak, dan upaya mitigasi fragmentasi habitat. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa fragmentasi habitat di TNKS disebabkan oleh perambahan hutan dan konversi lahan, tekanan sosial ekonomi masyarakat, serta perubahan kondisi lingkungan dan mikrohabitat. Dampak yang ditimbulkan meliputi penurunan keanekaragaman spesies, terbatasnya distribusi flora endemik, serta perubahan mikroklimat yang mempengaruhi keseimbangan ekosistem. Upaya mitigasi yang dapat dilakukan antara lain rehabilitasi habitat melalui reforestasi, penguatan pengelolaan kawasan konservasi, serta penerapan pendekatan berbasis masyarakat dan kearifan lokal dalam menjaga kelestarian hutan.
References
Ananda, L., Wiryono, & Hidayat, F. (2025). Keanekaragaman jenis tumbuhan famili Araceae di Hutan Madapi Taman Nasional Kerinci Seblat Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu. Journal of Global Forest and Environmental Science, 5(2), 126-141. http://doi.org/10.31186/jgfes.05.02.126-141
Andika, E. J., Anwar, G., & Hendrastiti, T. K. (2024). Women's dependency rate on the Kerinci Seblat National Park area in fulfilling their basic needs. International Journal of Advancement in Life Sciences Research, 7(1), 110-119. https://doi.org/10.31186/ijalsr.2024.v07i01.012
Anisa, P. (2026). Keanekaragaman flora dan fauna di hutan tropis Sumatera: Studi kasus di Taman Nasional Kerinci Seblat. Jurnal Matematika dan Pengetahuan Alam. https://publikasi.submit-jurnal.com/index.php/jmipa
Bismark, M., Iskandar, S., Sawitri, R., Heriyanto, N. M., & Yulaeka. (2019). Habitat Siamang (Symphalangus syndactylus, Raffles 1821) di kawasan terdegradasi Taman Nasional Kerinci Seblat, Kabupaten Pesisir Selatan. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 16(2),133-145.http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JPHKA
Gilbert-Norton, L., Wilson, R., Stevens, J. R., & Beard, K. H. (2015). A meta-analytic review of corridor effectiveness. Conservation Biology, 24(3), 660–668.
Laurance, W. F., Clements, G. R., Sloan, S., et al. (2015). A global strategy for road building. Nature, 513, 229–232.
Mandala, B., Zuhud, E. A. M., & Rahman, D. A. (2023). Typology of habitat Nepenthes aristolochioides in Kerinci Seblat National Park. Media Konservasi, 28(2), 194-200. https://doi.org/10.29244/medkon.28.2.194-200
Riastuti, R. D., Wardianti, Y., Sepriyaningsih, Widiya, M., & Rahmi. (2025). Adaptasi morfologi, keanekaragaman dan distribusi paku epifit (Pteridophyta) di Bukit Cogong, Taman Nasional Kerinci Seblat. Jurnal Biosilampari: Jurnal Biologi, 7(2), 155-165. https://doi.org/10.15294/biosaintifika.v13i3.31422
Rintia, & Firza. (2025). Kearifan lokal sebagai upaya pelestarian Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) di Kabupaten Kerinci. CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, 5(1). https://doi.org/10.53866/jimi.v5i1.736
Universitas Andalas. (t.th.). Bab I Pendahuluan: Latar belakang dan identifikasi habitat potensial Taxus sumatrana di Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat. [Dokumen Tugas Akhir/Skripsi].
Wijaya, W., Febriani, T., Tiara, I. U., Wijayanti, Y. N., & Ryanda, M. M. (2024). The impact of forest encroachment in the Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) in Kerinci District. Jurnal Ilmu Sosial Mamangan, 13(2), 34-48. http://dx.doi.org/10.22202/mamangan.vxix.xxxx







