PENGARUH DANGKALAN SUNDA DAN SAHUL TERHADAP MIGRASI DAN ADAPTASI MANUSIA DI ASIA TENGGARA: REVIEW LITERATURE: 2016 – 2024
Keywords:
Dangkalan Sunda, Dangkalan Sahul, Migrasi Manusia, Adaptasi, Asia TenggaraAbstract
Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Dangkalan Sunda dan Dangkalan Sahul mempengaruhi migrasi manusia purba di Asia Tenggara serta bagaimana manusia purba beradaptasi terhadap perubahan lingkungan yang terjadi. Penelitian ini menerapkan metode literature review dengan penggunaan basis data akademik termasuk Google Scholar, Publish or Perish, dan ResearchGate. Penelitian ini mencakup penggunaan kata kunci seperti migrasi Dangkalan Sunda dan Sahul serta adaptasi manusia di Asia Tenggara bersama dengan perubahan permukaan air laut pada era Pleistosen. Studi ilmiah mengungkapkan bahwa Dangkalan Sunda dan Sahul berfungsi sebagai jalur utama migrasi manusia purba. Dangkalan Sunda mencakup Semenanjung Malaysia serta Sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimantan dan membentuk jalur darat selama periode glasial yang menyambungkan Asia dengan maritim Asia Tenggara sehingga memungkinkan perpindahan manusia dan hewan melalui daratan. Dangkalan Sahul mencakup Papua dan Australia sekaligus berfungsi sebagai jembatan penghubung antara Asia Tenggara dan Australia dengan dugaan bahwa migrasi manusia ke Sahul terjadi melalui perjalanan laut yang terencana. Penelitian arkeologis dan genetika menunjukkan bahwa manusia modern mencapai Asia Tenggara sekitar 50. 000 tahun yang lalu dan beradaptasi dengan perubahan lingkungan melalui pemanfaatan sumber daya alam serta perkembangan teknologi maritim. Penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan iklim bersamaan dengan kenaikan permukaan laut memengaruhi pola migrasi dan adaptasi manusia yang memiliki implikasi penting untuk memahami evolusi manusia serta mobilitas populasi di era modern.
References
Allen, J., & O’connell, J. F. (2021). Getting from Sunda to Sahul. 47(1), 24683–24692.
Carro, S. C. S. (2016). Prehistoric Human Migrations in Southeast Asia through the Lenses of Burial Practices. Intech, 13. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.5772/57353
Darmoko, P. D. (2018). Melacak Jejak Kebudayaan Nusantara, Membangun Semangat Kebhineka Tunggal Ikaan. Jurnal Madaniyah, 8(2), 230–242. https://journal.stitpemalang.ac.id/index.php/madaniyah/issue/view/16
Kim, H. L., Li, T., Kalsi, N., Nguyen, H. T. T., Shaw, T. A., Ang, K. C., Cheng, K. C., Ratan, A., Peltier, W. R., Samanta, D., Pratapneni, M., Schuster, S. C., & Horton, B. P. (2023). Prehistoric human migration between Sundaland and South Asia was driven by sea-level rise. Communications Biology, 6(1), 1–10. https://doi.org/10.1038/s42003-023-04510-0
Langley, M. C., Lahir, C. C., & Ulm, S. (2019). Ulasan Sains Kuarter. 221.
O’Connell, J. F., Allen, J., Williams, M. A. J., Williams, A. N., Turney, C. S. M., Spooner, N. A., Kamminga, J., Brown, G., & Cooper, A. (2018). When did homo sapiens first reach Southeast Asia and Sahul? Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America, 115(34), 8482–8490. https://doi.org/10.1073/pnas.1808385115
O’Connor, S., Shipton, C., & Kealy, S. (2023). The Southern Route to Sahul: Modern Human Dispersal and Adaptation in the Pleistocene. Intech, 13. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.5772/intechopen.113906 Figure
Raharja, I. G. M., & Wasista, P. U. (2023). MENGENAL BUDAYA MARITIM DALAM ARSITEKTUR NUSANTARA. 3, 37–45.
Salles, T., Joannes-Boyau, R., Moffat, I., Husson, L., & Lorcery, M. (2024). Physiography, foraging mobility, and the first peopling of Sahul. Nature Communications, 15(1). https://doi.org/10.1038/s41467-024-47662-1
Xu, L., & Famiglietti, J. S. (2023). Global patterns of water-driven human migration. Wiley Interdisciplinary Reviews: Water, 10(4), 1–25. https://doi.org/10.1002/wat2.1647







