TERASERING SEBAGAI SOLUSI EROSI DI LAHAN KRITIS
Keywords:
Terasering, Erosi, Lahan KritisAbstract
Tujuan Penelitian ini untuk mengevaluasi terasering sebagai solusi dalam mengendalikan erosi di lahan kritis. Masalah erosi yang disebabkan oleh penggunaan lahan yang tidak sesuai dan minimnya konservasi tanah menyebabkan penurunan kesuburan serta degradasi lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka terhadap lima artikel ilmiah yang membahas penerapan terasering, kondisi geologi, serta dampak penggunaan lahan terhadap erosi di berbagai daerah di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa terasering mampu mengurangi laju erosi secara signifikan, meningkatkan infiltrasi air, menjaga struktur tanah, dan meningkatkan produktivitas lahan. Terasering ini meningkat bila dikombinasikan dengan vegetasi penutup dan pendekatan sosial kelembagaan. Kendala yang dihadapi berupa keterbatasan biaya dan kurangnya pemahaman teknis, namun dapat diatasi melalui dukungan pemerintah dan pelatihan masyarakat. Terasering terbukti menjadi solusi konservasi tanah yang efektif dan berkelanjutan di lahan kritis.
References
A’yunin, Q. (2008). Evaluasi Laju Erosi di Lereng Timur Gunung Sindoro. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Fauziyah, E. S., Sugianto, D. N., & Arini, R.
N. (2021). Evaluasi laju erosi berdasarkan penggunaan lahan di DAS Cisadane Hulu, Jawa Barat. Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Teknik, 20(1), 1–10. https://doi.org/10.5614/j.it.2021.20.1.1
Pfefferius, Y., & Agu, S. A. (2021). Efektivitas terasering dalam mengurangi erosi pada lahan pertanian di daerah pegunungan Kabupaten Manggarai. Jurnal Geografi dan Lingkungan, 9(2), 123–132.
Rahman, A., Sabaruddin, S., & Ningsih, R. (2021). Pengaruh penggunaan lahan terhadap kualitas perairan dan beban erosi di DAS Wae Heru, Maluku. Jurnal Ilmu Lingkungan, 19(3), 311–320.
Rahmat, A. (2020). Karakteristik geologi dan kondisi morfologi Cekungan Lematang Hulu, Sumatera Selatan. Jurnal Geoteknologi dan Lingkungan, 8(1), 45–58.
Sumarniasih, M.S., & Antara, M. (2020). Land Suitability for Food Crops and Plantations in Bangli Regency, Province Bali-Indonesia. Journal Plant Archives, 20(1), 1693–1701.
Sumarniasih, M.S., Zebua, S.A.B., & Antara, M. (2022). Evaluasi Kesesuaian Lahan Kering untuk Tanaman Pangan di Kecamatan Kubutambahan Kabupaten Buleleng. EnviroScienteae, 18(1), 44–54.
Sutanto, R., & Dewi, N. P. (2021). Dampak kepadatan tanah pada berbagai penggunaan lahan terhadap erosi dan implikasinya bagi pertanian berkelanjutan di Sub DAS Brantas Hulu. Jurnal Tanah dan Iklim, 45(2), 99–108.
Taufikurrohman, A., & Rahman, F. (2024). Studi Literatur: Penanganan Degradasi Lahan di DAS. Jurnal Ilmiah Lingkungan Tropis, 18(1), 1– 10.
Yusuf, G., & Wijaya, N. (2019). Alternatif Teknik Rehabilitasi Lahan Terdegradasi pada Lahan Bekas Galian Industri di Kabupaten Magelang. Prosiding Nasional ReTII XIV, 103–106.







