MAKNA SPIRITUAL YAHUDI, KRISTEN DAN ISLAM DALAM ZIARAH KE HOLY LAND
Keywords:
Ziarah, Holy Land, Makna SpiritualAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna spiritual dalam ziarah ke Tanah Kudus (Holy Land) bagi tiga agama besar: Yahudi, Kristen dan Islam. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, penelitian ini mengkaji berbagai sumber literatur. Hasilnya menunjukkan bahwa ziarah ke Holy Land bukan sekadar perjalanan religius, tetapi juga pengalaman spiritual yang mendalam. Bagi Kristen, Holy Land merupakan tempat utama dalam sejarah keselamatan Yesus Kristus. Bagi Yahudi, Tanah Kudus adalah tanah perjanjian dengan nilai historis dan religius yang kuat. Sementara bagi Islam, Yerusalem memiliki makna spiritual sebagai lokasi Masjid Al-Aqsa dan peristiwa Isra Mi’raj. Ziarah ini memperkuat hubungan spiritual, solidaritas keagamaan, serta pemahaman lintas agama dan budaya.
References
Badone, E., & Roseman, S. R. (2004). Intersecting journeys: The anthropology of pilgrimage and tourism. Urbana and Chicago: University of Illinois Press.
Dallen, J. Timothy. (2006). Religious Tourism and Pilgrimage Management: An International Perspective.
International Religious Research Institute. (2023). Ziarah dan tanggung jawab moral: Studi kasus Holy Land.
Karman, Y. (2012). Yesus dari Nazaret: Suatu studi historis. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Maftuh, A. (1993). Isra’ dan Mi’raj. AB. Siti. Pengalaman spiritual peziarah di tengah konflik: Perspektif dari Holy Land. (2023). Journal of Religious Studies, 45(3), 210–230.
Pew Research Center. (2022). Survei tentang pengalaman ziarah di Holy Land.







