BAHASA INDONESIA SEBAGAI ALAT BERPIKIR KRITIS DALAM KALANGAN MAHASISWA STKIP : SEBUAH KAJIAN FILSAFAT BAHASA
Keywords:
bahasa, berpikir kritis, filsafat bahasa, mahasiswa STKIP, pembelajaranAbstract
Penelitian ini membahas peran bahasa sebagai alat berpikir kritis dalam konteks filsafat bahasa dan pendidikan, khususnya pada mahasiswa STKIP Paris Barantai. Bahasa bukan hanya sekadar alat untuk berkomunikasi dengan orang lain, ini juga merupakan cara untuk memikirkan ilmu pengetahuan yang membantu berpikir secara logis dan reflektif. Studi ini memakai metodologi kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), dengan sumber data berupa buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang relevan dengan tema berpikir kritis dan filsafat bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bahasa Indonesia memiliki peran signifikan dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa melalui kesederhanaan struktur tata bahasa, ketergantungan pada konteks, penggunaan reduplikasi, serta sistem kesopanan yang mendorong dialog konstruktif. Penguasaan bahasa yang baik berbanding lurus dengan kemampuan berpikir logis dan sistematis. Oleh karena itu, penerapan filsafat bahasa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dapat memperkuat kemampuan mahasiswa dalam menalar, menganalisis, serta mengkomunikasikan gagasan secara ilmiah dan kritis.
References
Achadah, N., & Fadil, A. (2020). Filsafat Ilmu dan Pengembangan Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers. Alston, W. P. (1964). Philosophy of Language. New York: Prentice-Hall.
Aylesworth, T., & Reagan, C. (1969). Critical Thinking and Logic in Education. London: Harper & Row.
Binnick, R. I. (1991). Time and the Verb: A Guide to Tense and Aspect. Oxford University Press.
Book, C. (2020). Language and Communication: A Philosophical Approach. Oxford: Routledge.
Charolina, N. M., & Jamilah, N. Q. (2019). Hubungan Bahasa Dengan Filsafat: Filsafat Bahasa.
Chauchard, P. (1983). Bahasa dan Pikiran. (Alihbahasa A. Widya H.). Yogyakarta: Yayasan Kanisius.
Chomsky, N. (2006). Language and Mind (3rd ed.). Cambridge University Press.
Dasuki, A. M. N., Triadi, R. B., & Nasrul, M. R. (2022). Filsafat Bahasa.
Dasuki, R., dkk. (2022). Filsafat Ilmu dan Bahasa. Yogyakarta: Deepublish.
Djajasudarma, T. F. (2004). Penalaran Deduktif-Induktif dalam Wacana Bahasa Indonesia. Bandung: Alqaprint.
Hasan, R. (2011). Discourse, Grammar, Context: A Social Perspective. Equinox.
https://media.neliti.com/media/publications/74497-ID-filsafat-bahasa-sebagai-fundamenkajian.pdf
Kim, P., Park, & Choi. (2020). (Jika tidak relevan, bisa dihapus karena tidak lengkap – mohon konfirmasi).
Koentjaraningrat. (1984). Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Djambatan.
Kucer, S. (2005). Dimensions of Literacy: A Conceptual Base for Teaching Reading and Writing in School Settings. Mahwah, NJ: Lawrence Erlbaum Associates.
Mailani, M., dkk. (2020). Bahasa dan Komunikasi dalam Perspektif Pendidikan. Medan: UMSU Press.
Nababan, P. W. J. (1991). Bahasa Indonesia dan Pemikiran Kritis. Jakarta: Pustaka Jaya.
Poespoprodjo, W., & Gilarso, T. (1999). Logika Ilmu Menalar. Bandung: Pustaka Grafika.
Russell, B. (1956). Logic and Knowledge: Essays 1901–1950. London: Allen & Unwin.
Sapir, E., & Whorf, B. L. (1956). Language, Thought, and Reality: Selected Writings of Benjamin Lee Whorf. MIT Press.
Searle, J. R. (1995). The Construction of Social Reality. Free Press.
Sukmadinata, N. S. (2013). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sukri, F., Burhanuddin, B., & Nazir, R. (2023). Filsafat Ilmu dan Aplikasinya dalam Linguistik. Jakarta: Prenada Media.
Sumanto, E. (2017). Hubungan Filsafat dengan Bahasa. El-Afkar: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis, 6(1), 19–30. https://doi.org/10.29300/jpkth.v1i6.1236 Vygotsky, L. S. (1986). Thought and Language. MIT Press.
Wittgenstein, L. (1953). Philosophical Investigations. Oxford: Blackwell. https://ejournal.iaifa.ac.id/index.php/dirasah/article/download/970/883/4594







