ALEK BAKAJANG GUNUANG MALINTANG : FESTIVAL AIR SEBAGAI PENGUNGKIT PARIWISATA BUDAYA NAGARI
Keywords:
alek bakajang, festival, pariwisata, budayaAbstract
Alek Bakajang di Gunuang Malintang merupakan tradisi budaya berbasis air yang tetap bertahan di tengah arus modernisasi. Tradisi ini berfungsi sebagai ekspresi identitas sosial masyarakat sekaligus memiliki potensi besar dalam pengembangan pariwisata berbasis budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai, makna, dan potensi Alek Bakajang sebagai atraksi wisata budaya yang dapat mendukung pengembangan pariwisata Nagari Gunuang Malintang. Metode penelitian menggunakan studi pustaka dan analisis kualitatif terhadap literatur budaya lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Alek Bakajang memiliki nilai simbolik, sosial, serta potensi ekonomi yang dapat dioptimalkan melalui strategi pengembangan pariwisata partisipatif dan berkelanjutan.
References
Getz, D., & Jamal, T. (2019). Community-based Tourism Planning. Tourism Management Press.
Koentjaraningrat. (2015). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Navis, A. A. (2019). Adat Minangkabau dan Tradisi Rakyat. Padang: Pustaka Minang.
Richards, G. (2018). “Cultural Tourism: A Review of Recent Research”. Journal of Tourism Studies, 25(2), 67–89.
Smith, L. (2017). Festivals and Cultural Identity. Cultural Anthropology Journal, 14(3), 112–128.
Suwena, I. K., & Widyatmaja, I. G. N. (2020). Pengantar Pariwisata. Denpasar: Udayana University Press.







