PENGARUH KONDISI GEOGRAFIS TERHADAP POLA WISATAWAN PADA OBJEK WISATA ULU KASOK, KABUPATEN KAMPAR
Keywords:
pola kunjungan wisatawan; pariwisata berbasis lanskap; keberlanjutan pariwisata.Abstract
Ulu Kasok merupakan salah satu destinasi wisata alam paling menonjol di Kabupaten Kampar dengan karakter geografis berupa perbukitan curam dan panorama Danau PLTA Koto Panjang yang menyerupai gugusan pulau mini. Keunikan lanskap ini membentuk pola kunjungan wisatawan yang khas, terutama dalam hal motivasi berwisata, pilihan aktivitas, dan persebaran kunjungan harian. Kondisi akses menuju kawasan yang berliku serta kontur lereng yang menanjak turut memengaruhi kecenderungan wisatawan dalam menentukan durasi dan waktu berkunjung. Hasil kajian menunjukkan bahwa kondisi geografis tidak hanya menjadi daya tarik utama, tetapi juga faktor penentu pola pergerakan wisatawan di kawasan ini. Temuan ini menegaskan pentingnya pemanfaatan karakter fisik wilayah sebagai dasar pengembangan pariwisata berbasis lanskap yang berkelanjutan dan berorientasi pada pengalaman visual alam.
Kata kunci : Ulu Kasok; wisata alam; karakter geografis; lanskap perbukitan; Danau PLTA
References
Badarulzaman, H. (2015). Geografi Pariwisata. Penerbit Alfabeta.
Buzetta, M., & Alves, F. (2020). Tourist behavior and landscape perception in hill-based destinations. Journal of Tourism Geography, 12(3), 145–160.
Fandeli, C., & Muhammad, I. (2009). Pengembangan Ekowisata. Penerbit Kanisius.
Gunawan, I. (2018). Dampak kondisi geografis terhadap persebaran wisatawan di kawasan berbukit. Jurnal Wilayah & Lingkungan, 6(2), 123–135.
Gunn, C. (1994). Tourism Planning: Basics, Concepts, Cases. Routledge.
Hall, C. M., & Page, S. J. (2014). The Geography of Tourism and Recreation. Routledge.
Hidayat, M. (2017). Analisis potensi dan pengembangan wisata alam berbasis lanskap di daerah perbukitan. Majalah Geografi Indonesia, 31(1), 76–88.
Kodoatie, R. J. (2012). Pengantar Hidrologi. Penerbit Andi.
Lestari, D., & Prayoga, A. (2021). Persepsi wisatawan terhadap daya tarik visual dan aksesibilitas destinasi alam. Jurnal Kepariwisataan Indonesia, 15(1), 54–67.
Nasrullah, N. (2020). Pengaruh topografi terhadap pola kunjungan wisatawan di kawasan PLTA Koto Panjang. Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi, 2(1), 33–42.
Nugroho, I. (2018). Ekowisata dan Pembangunan Berkelanjutan. Penerbit Pustaka Belajar.
Pearce, D. (1995). Tourism Today: A Geographical Analysis. Longman.
Prasetyo, B. (2019). Aktivitas wisata berbasis lanskap di daerah perbukitan. Jurnal Pariwisata Terapan, 4(2), 90–101.
Putra, A., & Hendra, Y. (2022). Analisis aksesibilitas dan dampaknya terhadap preferensi wisatawan. Jurnal Transportasi & Pariwisata, 7(3), 201–214.
Rahmawati, T. (2016). Pengaruh bentuk lahan terhadap persebaran aktivitas wisata. Jurnal Geografi Lingkungan, 10(1), 41–50.
Setiawan, A., & Moris, D. (2020). Peran lanskap visual dalam membentuk pengalaman wisata. Jurnal Kajian Pariwisata, 22(2), 112–123.
Suyanti, V. (2021). Persepsi dan perilaku wisatawan terhadap destinasi alam dengan akses terbatas. Jurnal Perencanaan Wilayah, 9(1), 77–89.
Yoeti, O. A. (2015). Pengantar Ilmu Pariwisata. Angkasa Bandung.







