PERAN WISATA BANDAR BAKAU DUMAI DALAM PENGEMBANGAN WISATA EDUKASI
Keywords:
wisata edukasi, ekowisata mangrove, Bandar Bakau Dumai, pendidikan lingkungan, pariwisata berkelanjutan.Abstract
Bandar Bakau Dumai merupakan kawasan ekowisata mangrove yang berperan strategis sebagai media pembelajaran lingkungan di wilayah pesisir Kota Dumai. Pengembangan kawasan ini tidak hanya berorientasi pada wisata alam, tetapi juga sebagai sarana wisata edukasi yang mengintegrasikan konservasi mangrove dengan pembelajaran berbasis pengalaman. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Bandar Bakau Dumai dalam pengembangan wisata edukasi serta dinamika kunjungan wisatawan edukasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan yang bersumber dari literatur ilmiah, laporan pengelola, data pemerintah daerah, dan publikasi media. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Bandar Bakau Dumai berfungsi sebagai laboratorium alam terbuka melalui kegiatan studi lapangan, penanaman mangrove, dan penelitian akademik yang meningkatkan literasi serta kesadaran lingkungan. Wisata edukasi juga memberikan kontribusi sosial ekonomi melalui keterlibatan masyarakat lokal, meskipun sistem pendataan kunjungan wisata edukasi masih menghadapi keterbatasan. Potensi kawasan ini mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan daerah pesisir.
References
Badan Pusat Statistik Provinsi Riau. (2024). Statistik pariwisata Provinsi Riau tahun 2024. BPS Provinsi Riau.
Ibrahim, R. M. (2022). Evaluasi pengembangan pariwisata Bandar Bakau Dumai. Skripsi tidak dipublikasikan. Universitas Islam Riau.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. (2021). Pedoman pengembangan destinasi pariwisata berkelanjutan. Kemenparekraf RI.
Noor, Y. R., Khazali, M., & Suryadiputra, I. N. N. (2012). Panduan pengenalan mangrove di Indonesia. Wetlands International Indonesia Programme.
Rahmawati, D., & Putra, Y. (2018). Persepsi masyarakat terhadap pengembangan objek wisata Bandar Bakau Kota Dumai. JOM FISIP Universitas Riau, 5(2), 1–15.
Tuwo, A. (2011). Pengelolaan ekowisata pesisir dan laut. Brilian Internasional.
UNESCO. (2017). Education for sustainable development goals: Learning objectives. UNESCO Publishing.
Yoeti, O. A. (2008). Perencanaan dan pengembangan pariwisata. Pradnya Paramita.
Yulianda, F. (2019). Ekowisata pesisir dan laut sebagai alternatif pembangunan berkelanjutan. Jurnal Ilmu Lingkungan, 17(2), 215–223.







