DUA METODE SATU TUJUAN KENALI KONDOM KALENDER BAGI PASANGAN
Keywords:
keluarga berencana, kondom, metode kalender, penyuluhan kesehatan, pengabdian kepada masyarakatAbstract
Keluarga berencana (KB) merupakan upaya strategis untuk mewujudkan keluarga yang sehat dan sejahtera melalui pengendalian kelahiran dan peningkatan kesehatan reproduksi. Kondom dan metode kalender merupakan metode kontrasepsi yang relatif aman, murah, dan mudah digunakan, namun masih banyak masyarakat yang memiliki pengetahuan terbatas, stigma, serta kesalahpahaman dalam penggunaannya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap positif pasangan usia subur terhadap penggunaan kontrasepsi kondom dan metode kalender. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi. Kegiatan dilaksanakan selama satu hari pada tanggal 27 Mei 2025 di Klinik Nusantara Sari Universitas Sari Mutiara Indonesia dengan jumlah peserta sebanyak 15 orang yang terdiri dari perempuan usia subur, ibu rumah tangga, kader posyandu, dan tokoh masyarakat. Metode edukasi yang digunakan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, pemutaran video edukatif, simulasi konseling, serta pembagian leaflet. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta sebesar 30–40% berdasarkan perbandingan nilai pre-test dan post-test. Selain itu, peserta menunjukkan perubahan sikap yang lebih positif terhadap penggunaan KB kondom dan metode kalender, meningkatnya minat untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan, serta partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan penyuluhan ini efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kontrasepsi kondom dan metode kalender serta mendukung upaya peningkatan kesehatan reproduksi dan keberhasilan program keluarga berencana.
References
Afriani, D. (2009). Kontrasepsi dan Kesehatan Reproduksi. Jakarta: EGC.
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). (2021). Pedoman Pelayanan Kontrasepsi Bagi Tenaga Kesehatan. Jakarta: BKKBN.
BKKBN. (2022). Pedoman Pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi.
BKKBN. (2023). Laporan Tahunan Program Keluarga Berencana Nasional. Jakarta: BKKBN.
Depkes RI. (2008). Buku Saku Keluarga Berencana untuk Tenaga Kesehatan. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Jakarta: Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.
Kemenkes RI. (2019). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2019. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Mubarak, W. I., & Chayatin, N. (2009). Ilmu Kesehatan Reproduksi Wanita. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Saifuddin, A. B. (2003). Buku Panduan Praktis Pelayanan Keluarga Berencana. Jakarta: Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Sanjaya, R., Kusumawardani, A., Yanti, D., Fatimah, F., & Andrian, G. (2023). Penyuluhan Alat Kontrasepsi pada Ibu Pasangan Usia Subur di Posyandu Melati III. Nawadeepa: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1-4.
Sanjaya, Riona, et al. "Penyuluhan Alat Kontrasepsi pada Ibu Pasangan Usia Subur di Posyandu Melati III." Nawadeepa: Jurnal Pengabdian Masyarakat (2023): 1-4.
Sulistyawati, A. (2011). Kontrasepsi Modern dan Tradisional. Yogyakarta: Nuha Medika.
World Health Organization (WHO). (2020). Family Planning/Contraception Methods. Retrieved from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/familyplanning-contraception







