CIPTAKAN KELUARGA BERENCANA, MELALUI KONTRASEPSI SUNTIK UNTUK REPRODUKSI SEHAT
Keywords:
Suntik KB, Sehat, Keluarga BerencanaAbstract
KB suntik menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada tahun 2023 adalah salah satu metode kontrasepsi yang paling banyak digunakan oleh peserta KB di Indonesia. KB suntik merupakan kontrasepsi hormonal yang diberikan melalui suntikan secara berkala, biasanya setiap satu bulan atau tiga bulan sekali, untuk mencegah kehamilan pada wanita usia suburSecara umum, BKKBN mempromosikan KB suntik sebagai bagian dari upaya pengendalian pertumbuhan penduduk, peningkatan kesehatan ibu, serta pencegahan stunting melalui pengaturan jarak kehamilan. Selain itu, KB suntik juga dianggap dapat membantu mewujudkan keluarga kecil yang sehat dan sejahtera sesuai dengan tujuan program KB nasional (BKKBN,2023). Menurut data dan penelitian terbaru hingga tahun 2023, World Health Organization (WHO) mencatat bahwa penggunaan kontrasepsi suntik di seluruh dunia mencapai sekitar 4 juta pengguna atau sekitar 45% dari total pengguna kontrasepsi Di Indonesia, KB suntik merupakan metode kontrasepsi yang paling banyak diminati, dengan angka pengguna aktif mencapai lebih dari 60% dari peserta KB, terutama suntik KB 3 bulan yang sangat populer karena harganya terjangkau dan kemudahan penggunaannya KB suntik 3 bulan mengandung hormon progestogen yang bekerja dengan cara menipiskan dinding endometrium dan menghambat transportasi gamet, sehingga mencegah kehamilan Keuntungan KB suntik 3 bulan menurut WHO dan penelitian terbaru meliputi efektivitas tinggi, pencegahan kehamilan jangka panjang, tidak mempengaruhi ASI, dan dapat digunakan oleh wanita usia reproduktif hingga perimenopause. Selain itu, KB suntik juga dapat membantu mencegah kanker endometrium dan kehamilan ektopik (WHO 2023). KB suntik 3 bulan adalah metode kontrasepsi hormonal yang efektif dan banyak digunakan dengan sejumlah keuntungan, tetapi juga memiliki efek samping yang perlu dipertimbangkan dan dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan. BKKBN maupun WHO merekomendasikan KB implan sebagai pilihan kontrasepsi yang aman dan efektif, dengan catatan bahwa pemasangan dan pemeliharaan harus dilakukan oleh tenaga medis terlatih dan sesuai dengan kondisi kesehatan individu ( WHO 2023).
References
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). (2021). Pedoman Pelayanan Kontrasepsi Bagi Tenaga Kesehatan. Jakarta: BKKBN.
BKKBN. (2023). Laporan Tahunan Program Keluarga Berencana Nasional. Jakarta: BKKBN.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Kesehatan Reproduksi untuk Tenaga Kesehatan. Jakarta: Depkes RI.
Febriani, F., Sari, E. P., & Hamid, S. A. (2022). Hubungan Pengetahuan Ibu, Dukungan Suami dan Peran Tenaga Kesehatan dengan Akseptor KB Suntik Di Poskesdes Surau Kecamatan Muara Jaya Kab. Ogan Komering Ulutahun 2021. Jurnal ilmiah universitas Batanghari jambi, 22(1), 648-650.
Handayani, S., & Putri, M. A. (2020). Efektivitas Penyuluhan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Ibu Tentang Kontrasepsi Suntik. Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Tradisional, 5(2), 103–110.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2020. Jakarta: Kemenkes RI.
Marmi. (2022). Asuhan Kebidanan Keluarga Berencana. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Notoatmodjo, S. (2012). Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta.
Pratiwi, A., & Yuliana, D. (2019). Pengaruh Media Audio Visual Terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu dalam Memilih Metode Kontrasepsi. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 14(1), 1–9.
Sari, D. P., & Lestari, W. (2021). Mitos dan Realita Kontrasepsi Suntik: Studi Kualitatif di Pedesaan. Jurnal Reproduksi Sehat, 9(2), 45–52.
World Health Organization. Reproductive Health. (2007). Family planning: a global handbook for providers: evidence-based guidance developed through worldwide collaboration. Johns Hopkins Ccp-Info.







