MODEL KOLABORATIF PENGEMBANGAN BELIMBING SI DEWA SEBAGAI KOMODITAS UNGGULAN BERBASIS KELOMPOK TANI DAN DUKUNGAN PEMERINTAH DAERAH DI KOTA DEPOK
Keywords:
Belimbing Si Dewa, collaborative governance, kelompok tani, komoditas unggulan, pemerintah daerahAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model kolaboratif antara Kelompok Tani Belimbing Si Dewa dan Pemerintah Daerah Kota Depok dalam pengembangan komoditas unggulan, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat kolaborasi tersebut. Belimbing Si Dewa telah ditetapkan sebagai ikon Kota Depok sejak tahun 2007 dan menjadi identitas pertanian perkotaan yang membanggakan. Keberhasilan pengembangan komoditas ini tidak terlepas dari sinergi antara kelompok tani sebagai garda terdepan inovasi budidaya dan pemerintah sebagai fasilitator kebijakan dan pendanaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pengelola kelompok tani, serta dokumentasi di Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) Si Dewa, Kampung Pitara, Kota Depok. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelompok Tani Belimbing Si Dewa memiliki peran multidimensi sebagai inovator, pusat pembibitan (nursery center), agen distribusi bibit hingga ke berbagai daerah di Indonesia, serta penggerak ekonomi lokal melalui diversifikasi produk olahan seperti jus, sirup, selai, dodol, dan keripik belimbing. Pemerintah Daerah Kota Depok memberikan dukungan kebijakan melalui penetapan ikon kota, dukungan pendanaan bibit gratis dan subsidi distribusi, serta fasilitasi kemitraan. Model kolaborasi yang terbangun bersifat partisipatif dan saling menguntungkan, dengan karakteristik collaborative governance yang ditandai adanya forum kolaborasi formal, pembagian peran yang jelas, tingginya tingkat kepercayaan, serta komunikasi yang intensif. Faktor pendukung utama meliputi kepemimpinan lokal yang kuat, dukungan kebijakan yang konsisten, kualitas bibit unggul, dan jaringan distribusi luas. Sementara faktor penghambat meliputi tekanan alih fungsi lahan, keterbatasan akses pasar produk olahan, fluktuasi harga buah segar, serta keterbatasan kapasitas pemasaran digital. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teori collaborative governance dalam sektor pertanian serta memberikan rekomendasi kebijakan bagi penguatan kolaborasi dan keberlanjutan komoditas unggulan daerah.
References
Andi, A., & Imam, H. (2018). Agricultural development planning based on local resources in Depok City, Indonesia. Russian Journal of Agricultural and Socio-Economic Sciences, 73(1), 10–16.
Creswell, J. W., & Clark, V. L. P. (2017). Designing and conducting mixed methods research. Sage publications.
Dahliani, P. M., Prasetyo, A. S., & Mariyono, J. (2023a). Strategi Pengembangan Agrowisata Belimbing Dewa Kelurahan Pasir Putih Kota Depok. Jurnal Agribisnis Wijaya Putra Surabaya AGRIWITAS, 2(01), 45–61.
Dahliani, P. M., Prasetyo, A. S., & Mariyono, J. (2023b). Strategi Pengembangan Agrowisata Belimbing Dewa Kelurahan Pasir Putih Kota Depok. Jurnal Agribisnis Wijaya Putra Surabaya AGRIWITAS, 2(01), 45–61.
Fatimah, S., Hidayat, K., & Kustanti, A. (2024). Pola Kemitraan Pt Pameling Agro Nusantara Dengan Petani Alpukat Pameling Sebagai Upaya Mensejahterakan Petani. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 8(1), 227–237.
Hutabarat, A. H., & Nawawi, Z. M. (2023). Kontribusi Kemitraan PT Berkah Rosul Bersaudara terhadap Pendapatan Kelompok Tani Bekancan Bawang Merah di Desa Telagah, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam, 4(2), 301–313.
Larasati, D. C., & Kurrahman, Y. (2019). Peran Pemerintah Desa Dalam Mengelola Wisata Hutan Pinus Untuk Meningkatkan Pendapatan Asli Desa Di Desa Bendosari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Reformasi, 9(2), 161–167.
M B Huberman, M. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. https://journals.sagepub.com/doi/abs/10.1177/239700221402800402
Maulidiah, I. A., Prayitno, G., & Subagiyo, A. (2021). The Role of Agricultural Extensionon The Development of Farmers Group (Case Study: Pare Sub-district, Blitar Regency, East Java). SOCA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 15(3), 482–494.
Mirna, N. N. (2025). PERAN STAKEHOLDER DALAM RANGKA PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI DI KECAMATAN DEMPO TENGAH KOTA PAGAR ALAM PROVINSI SUMATERA SELATAN (STUDI KASUS DI GAPOKTAN BEGUYUR).
Moleong, L. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif (6 ed.). Remaja Rosdakarya.
Rahmat, A., & Mirnawati, M. (2020). Model Participation Action Research Dalam Pemberdayaan Masyarakat. Universitas Negeri Gorontalo, 6(1), 62–71.
Saputra, D., & Maksum, I. R. (t.t.). FACTORS THAT AFFECTED COLLABORATIVE GOVERNANCE IN SPATIAL PLANNING OF DEPOK CITY.
Satriawan, P. W., Saikhu, M., Despita, R., & Sawitri, B. (2021). Studi karakteristik petani desa tulungrejo dalam mendukung pengembangan agrowisata “Bon Deso.” Jurnal Kirana, 2(2), 77–85.
Sawir, M. (2025). Dinamika Administrasi Pemerintahan Desa Di Indonesia.
Shelsha, B., & Sunarti, S. (2024). Sociodrama Learning Model in Social STtudies For Junior High School As An Effort To Enhance Student Creativity. Enchancing Role Of AI In The Social Studies Education, 1. https://doi.org/10.31316/icasse.v1i1.6851
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualittaif dan R&D.
Wargadinata, E. L. (t.t.). Child-Friendly City Model Based on Collaborative Governance in Depok City, Indonesia.
Wibowo, K. S. (t.t.). Anies Menang, Prabowo Terima Kasih pada Rizieq dan Ketua GNPF MUI. tempo.co. Diambil https://pilkada.tempo.co/read/867748/anies-menang-prabowo-terima-kasih-pada-rizieq-dan-ketua-gnpf-mui







