ANALISIS PERSEBARAN FLORA DI PULAU SULAWESI: KAJIAN LITERATURE REVIEW
Keywords:
Persebaran flora, Pulau Sulawesi, keanekaragaman hayati, Wallacea, endemisitas, konservasi, literatur review.Abstract
Indonesia dikenal sebagai negara megabiodiversitas yang memiliki tingkat keanekaragaman flora sangat tinggi. Diperkirakan terdapat sekitar 20.000 spesies tumbuhan berbunga di Indonesia, dengan sekitar 40% merupakan spesies endemik . Tingginya keanekaragaman ini dipengaruhi oleh letak geografis Indonesia yang berada di antara dua benua dan dua samudra, sehingga memungkinkan terjadinya proses migrasi dan adaptasi flora dari berbagai wilayah. Secara biogeografi, Indonesia terbagi menjadi tiga wilayah utama, yaitu Asiatis, Australis, dan Wallacea. Pulau Sulawesi termasuk dalam wilayah Wallacea yang memiliki karakteristik flora unik karena merupakan daerah peralihan antara Asia dan Australia . Kondisi ini menjadikan Sulawesi sebagai wilayah dengan tingkat endemisitas tinggi serta komposisi flora yang khas dan berbeda dari wilayah lain di Indonesia. Selain faktor biogeografi, persebaran flora di Sulawesi juga dipengaruhi oleh sejarah geologi, kondisi iklim, topografi, serta interaksi dengan fauna dalam proses penyerbukan dan penyebaran biji . Berbagai jenis tumbuhan ditemukan pada habitat yang beragam, mulai dari hutan hujan tropis hingga daerah pegunungan. Namun, keanekaragaman flora tersebut saat ini menghadapi berbagai ancaman, seperti deforestasi, perubahan tata guna lahan, dan fragmentasi habitat yang menyebabkan terbatasnya persebaran spesies tertentu . Kondisi ini dapat mengancam kelestarian flora, terutama spesies endemik yang memiliki sebaran terbatas. Oleh karena itu, diperlukan kajian melalui pendekatan literatur review untuk menganalisis persebaran flora di Pulau Sulawesi. Penelitian ini penting untuk memahami pola distribusi flora serta mendukung upaya konservasi keanekaragaman hayati secara berkelanjutan.
References
Angio, M. H. (2020). Keragaman jenis-jenis Garcinia asal Sulawesi koleksi Kebun Raya Purwodadi. Dalam Prosiding Seminar Nasional Biologi di Era Pandemi COVID-19 (hlm. 203–205). UIN Alauddin Makassar.
Arfan, A., Amalul, MAM, Albatuul, F., & Sari, IP (2023). Keanekaragaman kondisi fisik vegetasi mangrove di Pulau Bangkobangkoang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Provinsi Sulawesi Selatan. Jurnal Ilmu Lingkungan, 6 (1), 1-11.https://doi.org/10.26858/jes.v6i1.53781
Asih, N. P. S., & Kurniawan, A. (2021). Species richness and conservation efforts of Sulawesi’s aroid in Eka Karya Bali Botanic Garden. Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea, 10(1), 39–49. https://doi.org/10.18330/jwallacea.2021.vol10iss1pp39-49
Basuki, Y., Sukmawati, & Jaya, I. S. (2018). Turatea wedang instant; inovasi pemanfaatan potensi lokal pohon lontara dalam mengatasi daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar) di Kabupaten Jeneponto. Jurnal PENA, 5(1), 857–866.
Herawati, Syamsiah, & Hiola, S. F. (2019). Kajian populasi tumbuhan wanga (Pigafetta elata) di wilayah Toraja, Sulawesi Selatan. Jurnal Biologi, 1–12.
Hutapea, A. O., Syahputri, D., Alfiaturahmah, V. L., Hutapea, R. A., Naibaho, W. B., Berutu, N., & Putra, M. (2025). Analisis pola persebaran flora (Kantong Semar & Rafflesia rochusseni) dan fauna (Anoa, Babirusa, Kakatua Jambul Kuning & Monyet Hitam) di wilayah Sulawesi Barat berdasarkan IUCN. Jurnal Mudabbir (Journal Research and Education Studies), 5(2).
Karim, H. A., & Ahmad, A. (2019). Potensi dan model pengembangan spesies tumbuhan di Hutan Lindung Sarambu’ Alla Kabupaten Luwu Utara. Jurnal Penelitian Kehutanan Bonita, 1(1), 34–41.
Kusmana, C., & Hikmat, A. (2015). Keanekaragaman hayati flora di Indonesia. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 5(2), 187–198. https://doi.org/10.19081/jpsl.5.2.187
Saleh, M. F. R. M., & Hartana, A. (2017). Keanekaragaman jenis tumbuhan Cagar Alam Pangi Binangga, Sulawesi Tengah. Media Konservasi, 22(3), 286–292.
Ulfa, SW, Alfi, RA, Mardiah, R., Saputri, WA, & Lubis, MA (2024).identifikasi keanekaragaman makroalga yang berada di perairan Pulau Sulawesi.Jurnal Studi Ilmiah Multidisiplin Indonesia (IJOMSS), 2 (3), 188-194.https://ojs.staira.ac.id/index.php/IJOMSS/index







