KATEKESE GEREJAWI DI DESA MENANAMKAN NILAI KEJUJURAN DEMI MEMBENTUK KARAKTER ANTIKORUPSI
katekese gerejawi, kejujuran, karakter antikorupsi, gereja, desa
Keywords:
Nilai Kejujuran, Karakter AntikorupsiAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih maraknya praktik korupsi yang menunjukkan lemahnya internalisasi nilai kejujuran dalam kehidupan masyarakat. Gereja sebagai lembaga pembinaan iman memiliki peran strategis melalui katekese gerejawi dalam menanamkan nilai kejujuran untuk membentuk karakter antikorupsi, khususnya di lingkungan desa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran katekese gerejawi dalam menanamkan nilai kejujuran serta dampaknya terhadap pembentukan karakter antikorupsi umat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi pastor, katekis, pengurus gereja, dan umat yang terlibat dalam kegiatan katekese. Hasil penelitian menunjukkan bahwa katekese gerejawi efektif dalam menanamkan nilai kejujuran melalui pendalaman Kitab Suci, refleksi iman, pembinaan kelompok, dan keteladanan pelayan gereja. Nilai kejujuran yang diinternalisasi berdampak pada meningkatnya sikap tanggung jawab, keterbukaan, dan integritas umat dalam kehidupan sosial. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa katekese gerejawi berkontribusi signifikan dalam pembentukan karakter antikorupsi berbasis komunitas religius di desa. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa gereja dapat menjadi model pendidikan karakter antikorupsi yang kontekstual dan berkelanjutan dalam masyarakat.







