WHITE GROUP (GOLONGAN PUTIH)
Keywords:
Golput, Tafsir al-Qur'an, Partisipasi Politik, Kepemimpinan.Abstract
Penelitian ini bertujuan mengkaji fenomena white group (golongan putih/golput) dalam perspektif al-qur’an dengan menggunakan pendekatan tafsir tematik (mawḍū‘ī). Golput merupakan sikap politik berupa tidak menggunakan hak pilih dalam pemilihan umum yang muncul di indonesia sebagai bentuk kritik terhadap penyelenggaraan pemilu 1971 dan kemudian berkembang dengan berbagai latar belakang, seperti apatisme politik, ketidakpercayaan terhadap kandidat, maupun bentuk protes terhadap sistem politik. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) yang menganalisis ayat-ayat al-Qur’an beserta penafsiran para mufasir, khususnya ibn kathīr dan hamka dalam tafsir al-azhar, yang berkaitan dengan prinsip musyawarah, kepemimpinan, keadilan, dan amanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Qur’an tidak membahas golput secara eksplisit, tetapi memberikan prinsip-prinsip etis yang menjadi dasar partisipasi dalam urusan publik. Penafsiran para mufasir menunjukkan adanya penekanan pada pentingnya musyawarah, ketaatan kepada pemimpin yang sah, penegakan keadilan, dan tanggung jawab dalam memberikan kesaksian. Pendekatan tafsir tematik memiliki kelebihan karena mampu mengintegrasikan berbagai ayat yang berkaitan dengan fenomena kontemporer secara komprehensif, namun memiliki keterbatasan karena tidak menghasilkan ketentuan hukum yang bersifat eksplisit mengenai golput. Berdasarkan kaidah yutaḥammal al-ḍarar al-khāṣ lidaf‘i al-ḍarar al-‘ām, penelitian ini menyimpulkan bahwa hukum golput bersifat kontekstual dan bergantung pada pertimbangan kemaslahatan serta kemudaratan yang ditimbulkan dalam suatu kondisi politik.
References
‘Umar Ibn Kathīr Ismā‘Īl Ibn. Mukhtaṣar Tafsīr Ibn Kathīr, Ikhtiṣār Wa Tahqīq Muḥammad ‘Alī Al-Ṣābūnī (Beirut: Dār Al-Qur’ān Al-Karīm, 1981.
Achmad Noviandi Zulfian Dkk. Penafsiran QS. Āli ‘Imrān: 159 Dan QS. Al-Shūrā: 38 Tentang Musyawarah Dan System Pengambilan, Jurnal Agama, Sosial Dan Budaya, Vol. 1, No. 4, 2025.
Arsad Nasution Muhammad.“Golongan Putuh Menurut Hukum Islam”, Jurnal Hukum Islam, Vol. 2, No. 2, 2017.
Departemen Agama, Mushaf Madinah al-Qur’an Tafsir Dan Terjemah, Bandung: Pt Jabal Raudah Al-Jannah, 2010.
E. M M. Abduh Ghoffar. Tafsir Ibnu Kathīr Jilid 7, Kairo: Mu-Assasah Daar Al-Hilaal Kairo, 1994.
Hamka. Tafsir Al-Azhar, Jakarta: Pustaka Nasional PTE LTD Singapura, 1989.
Jiyadi Mufid. Golput Dalam Pemilu Perspektif Hukum Politik Islam: Telaah Pemikiran Ali Muhammad al-Ṣallābī, Politica: Jurnal Hukum Tata Negara Dan Politik Islam, Vol. 12, No. 1, 2025.
Maulana Muhammad Rian, Dkk. Penafsiran Qs. Al-Nisā’: 58 dan 135: Prinsip Keadilan Dan Amanah Dalam Kehidupan Sosial, Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial Dan Hukum, Vol. 4, No. 1, 2026.
Nadia Haiza. Golongan Putih (Golput) Dalam Pemilihan Umum Perspektif Hukum Islam Dan UU No. 7 Tahun 2017, Al-Ṣaḥifah: Journal Of Constitutional Law And Governance, Vol. 3, No. 1, 2023.
Nurul Aisiyah Mila Dkk. “Persepsi Ulama Di Kota Langsa Tentang Golongan Putih”, Jurnal Politica, Vol. 6, No. 2, 2019.
Nurul Ismi Nadya. Kasman Bakry, Dan M. Dzul Fadli S., “Pilihan Golput Dalam Pemilu Perspektif Kaidah Yutaḥammal Al-Ḍarar Al-Khās Lidaf’i Al-Ḍarar Al-‘Ām,” AL-FIKRAH: Jurnal Kajian Islam, Vol. 3, No. 2, 2026.
Rinjani Rahmad. Studi Tentang Golongan Putih (Golput) Dalam Pilkada Gubernur Kaltim 2013 Di Kecamatan Muara Jawa Kabupaten Kutai Kartanegara, Jurnal Ilmu Pemerintahan, Vol, 2, No, 4, 2014.
Sani Harahap Karimun.“Fenomena Golongan Putih (Studi Perilaku Politik Masyarakat Kota Padangsidimpuan Pada Pemilihan Presiden Dan Wakil Presiden Ri Tahun 2014)”, Skripsi: Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan, 2018.
Supriadi Muhammad Yanuar Dan Winata. Pembentukan Growth Political Mindset Masyarakat Milenial Sebagai Upaya Pencegahan Golput Dalam Pemilu Perspektif Al-Qur’an, JIQTA, Vol. 1, No. 2, 2022.







