TARIAN MAENA DALAM TRADISI ADAT PERNIKAHAN SUKU NIAS: SEBUAH KAJIAN TEOLOGI ESTETIKA

Authors

  • Fa’atulo Gulo Institut Agama Kristen Negeri Tarutung
  • Bernhardt Siburian Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Keywords:

Tarian Maena; Pernikahan Adat Nias; Teologi Estetika; Budaya Nias; Inkulturasi.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna Tarian Maena dalam tradisi adat pernikahan suku Nias serta menganalisisnya dari perspektif teologi estetika. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi pustaka. Informan penelitian terdiri atas tokoh adat, tokoh adat sekaligus penatua gereja, pendeta, dan masyarakat yang terlibat dalam kehidupan budaya Nias. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tarian Maena dalam pernikahan tidak sekadar berfungsi sebagai hiburan, tetapi menjadi ungkapan sukacita dan syukur, media pewarisan budaya dan identitas, ruang partisipasi sosial, serta simbol persatuan dan solidaritas komunal. Dari perspektif teologi estetika, keindahan Maena tidak hanya terletak pada gerakan, irama, syair, busana, dan formasi, tetapi juga pada kebersamaan yang terbentuk melalui keterlibatan keluarga, kerabat, dan masyarakat. Keindahan tersebut dapat direfleksikan dalam terang iman Kristen melalui nilai persekutuan, kasih, sukacita, syukur, persatuan, solidaritas, penghormatan terhadap sesama, dan tanggung jawab terhadap budaya. Dengan demikian, Maena dapat dipahami sebagai bentuk penghayatan iman yang kontekstual, dengan catatan bahwa pemaknaan budaya tetap dilakukan secara kritis dalam terang Injil.

References

Balthasar, Hans Urs von. The Glory of the Lord: A Theological Aesthetics. Vol. 7. Ignatius Press, 2013.

Laoli, Agus Tri Darman, dkk. “Analisis Makna Tari Maena dalam Pesta Adat Falōwa (Pernikahan) pada Masyarakat di Kecamatan Hiliduho Kabupaten Nias.” Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora 1, no. 4 (2025): 1363–1369.

Loi, Lestari. “Tari Maena sebagai Media Pemberitaan Injil dalam Kearifan Budaya Nias.” Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Agama 3, no. 1 (2025): 241–249.

Martasudjita, Emanuel, dkk. Teologi Inkulturasi: Perayaan Injil Yesus Kristus di Bumi Indonesia. PT Kanisius, 2021.

Tafonao, Ya’asokhi. “Nilai-Nilai Tari Maena Kepulauan Nias dan Makna Tarian Daud dalam Konteks Tabut Perjanjian (2 Samuel 6:14).” Jurnal Teologi Praktika 5, no. 1 (2024): 81–91.

Yusri, Rindi. “Tari Tradisi Maena dalam Kehidupan Masyarakat Asli Nias di Kampung Nias Perawang Kecamatan Tualang Kabupaten Siak Provinsi Riau.” Universitas Islam Riau, 2020.

Zaluchu, Sonny. “Deskripsi Tarian Maena sebagai Identitas Suku Nias.” Nyimak: Journal of Communication 4, no. 1 (2020): 135–147.

Downloads

Published

2026-09-30

How to Cite

Fa’atulo Gulo, & Bernhardt Siburian. (2026). TARIAN MAENA DALAM TRADISI ADAT PERNIKAHAN SUKU NIAS: SEBUAH KAJIAN TEOLOGI ESTETIKA. Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora, 5(4), 4261–4267. Retrieved from https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/5009