MENGARI-NGARI TENDI DALAM SUKU PAK-PAK UNTUK MENGHIBUR ORANG YANG SEDANG BERDUKA
Abstract
membahas tentang tradisi mengari-ngari tendi dalam suku pak-pak yang bertujuan untuk menghibur dan memberikan dukungan kepada keluarga yang sedang berduka. Mengari-ngari tendi melibatkan penyanyian lagu-lagu tradisional, penceritaan cerita lucu, dan penyampaian kata-kata semangat untuk mengurangi kesedihan dan memberikan dukungan sosial kepada keluarga yang berduka. Penelitian ini mendiskusikan konteks budaya pak-pak, tujuan dari tradisi mengari-ngari tendi, serta dampaknya terhadap proses penyembuhan dan adaptasi keluarga dalam menghadapi kematian. Dengan menggunakan pendekatan etnografi dan wawancara, penelitian ini menyoroti peran penting mengari-ngari tendi dalam merawat kesedihan dan memperkuat ikatan sosial di dalam komunitas pak-pak. Kesimpulannya, tradisi pak-pak memiliki nilai budaya dan psikososial yang signifikan dalam mendukung individu dan keluarga dalam menghadapi masa-masa berduka.
References
Harison Boni Firmando, “Perubahan Sosial Dalam Upacara Adat Kematian Pada Etnis Batak Toba Di Tapanuli Utara,” Sosial Budaya 2, No. 17 (20202): 95–105.
Hirza Herma, “Kebudayaan Masyarakat Pak-Pak Barat,” N.D.
Kamarudin, “Mencari Identitas Bersama (Studi Komunikasi Lintas Budaya Antara Suku Pakpak Dan Suku Singkil Di Kabupaten Aceh Singkil),” Jurnalisme 1, No. 10 (2021): 51–65.
Maslah Mr Sihombing, “Makanan Batak Toba Pada Dominan Kelahiran,” Sains Dan Teknologi Istp 2, No. 18 (2023): 182–186.
Olih Ris Apo Solin, “Upacara Memere Nakan Pagit Etnik Pak-Pak Kajian : Semiotik,” Reposetoriinstitusiuniversitas Sumatera Utara (2018).
Sanny Rospita Purba, “Ulos Tujung Sebagai Pendampingan Kedukaan Budaya Di Tanah Batak,” Adat Dan Budaya Indonesia 6, No. 1 (2024): 104–112.
Santi Mutiara, Pandangan Etnis Batak Toba Terhadap Upacara Kematian Saur Matua (Studi Kasus : Lima Kepala Keluarga Batak Toba Di Jalan Nusa Indah Keluarahan Malaka Jaya, Jakarta Pusat), 2017.







