ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI JUMLAH UANG BEREDAR DI INDONESIA PADA MASA PANDEMI COVID-19 MENGGUNAKAN METODE ARDL
Keywords:
Ekspor, Impor, Jumlah Uang Beredar, Nilai Tukar, ARDLAbstract
Pandemi COVID-19 memberikan dampak besar terhadap perekonomian Indonesia, khususnya pada kinerja perdagangan internasional dan kestabilan nilai tukar rupiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh ekspor, impor, dan nilai tukar rupiah terhadap jumlah uang beredar selama periode 2020–2022 dengan menggunakan metode Autoregressive Distributed Lag (ARDL). Data yang digunakan berupa data sekunder time series yang bersumber dari World Bank dan Badan Pusat Statistik. Hasil uji stasioneritas menunjukkan bahwa variabel nilai tukar stasioner pada tingkat level, sementara variabel ekspor, impor, dan jumlah uang beredar stasioner pada first difference. Uji kointegrasi Bounds Test menghasilkan nilai F-statistik sebesar 10,782252 yang lebih tinggi dari batas kritis atas sebesar 3,67, sehingga mengindikasikan adanya hubungan jangka panjang antarvariabel. Model ARDL optimal (4,0,2,3) telah memenuhi seluruh uji asumsi klasik. Estimasi jangka panjang menunjukkan bahwa nilai tukar, ekspor, dan impor berpengaruh negatif terhadap jumlah uang beredar dengan koefisien masing-masing sebesar -69.298,13; -2,0819; dan -3,3792, namun pengaruh tersebut tidak signifikan secara statistik (p-value > 0,05).







