REDESAIN INTERIOR PERPUSTAKAAN SEKOLAH BERBASIS KONSEP LEARNING COMMONS UNTUK MENINGKATKAN USER EXPERIENCE
Keywords:
Redesain, Perpustakaan, Learning Commons, User ExperienceAbstract
Transformasi pendidikan abad ke-21 menuntut perpustakaan sekolah beralih dari sekadar ruang penyimpanan buku menjadi pusat pembelajaran kolaboratif. Namun, perpustakaan "Lentera Ilmu" UPT SMPN 1 Balocci masih mempertahankan tata letak tradisional yang kaku, sehingga gagal mendukung kenyamanan User Experience dan kerja sama tim siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan rancangan redesain interior perpustakaan yang interaktif dan fleksibel dengan mengadaptasi konsep Learning Commons di lingkungan sekolah menengah sub-urban. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif, pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta studi dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, pustakawan, dan siswa melalui teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan model interaktif yang divalidasi keabsahannya melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa fasilitas eksisting belum terintegrasi secara optimal, area lesehan kurang ergonomis dan fasilitas smart board terisolasi dari aktivitas kerja kelompok. Sebagai solusi, formulasi redesain mengusulkan penataan tiga zonasi utama, yaitu area kolaborasi digital dengan furnitur modular, zona relaksasi ergonomis dengan penambahan bean bag dan pencahayaan hangat, serta pemindahan rak ke perimeter ruangan untuk zona fokus. Redesain interior berbasis Learning Commons melalui pendekatan user-centered sangat krusial untuk mengintegrasikan lingkungan fisik dan teknologi, sehingga mampu meningkatkan kenyamanan psikologis, durasi kunjungan, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran modern.







