TATA KELOLA ADMINISTRASI DALAM KERJASAMA INDONESIA–CHINA: STUDI PROYEK KERETA CEPAT WHOOSH JAKARTA–BANDUNG
Keywords:
Collaborative Governance, Kepemimpinan Fasilitatif, Proses Kolaboratif, Kebijakan Publik, WhooshAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi collaborative governance dalam proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) dengan menitikberatkan pada kepemimpinan fasilitatif dan proses kolaboratif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dengan mengacu pada kerangka collaborative governance dari Ansell dan Gash. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan multi-aktor, baik pemerintah, BUMN, maupun mitra internasional, menjadi elemen penting dalam mendukung keberhasilan proyek. Kepemimpinan fasilitatif berperan dalam menjembatani perbedaan kepentingan, memediasi konflik, serta menjaga koordinasi antar aktor. Selain itu, proses kolaboratif yang ditandai dengan dialog tatap muka, pembangunan kepercayaan, dan komitmen terhadap proses terbukti memperkuat efektivitas kerja sama. Meskipun demikian, masih terdapat tantangan seperti perbedaan kepentingan, pembebasan lahan, dan pembengkakan biaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi collaborative governance tidak hanya ditentukan oleh struktur kelembagaan, tetapi juga oleh kualitas interaksi, komunikasi, dan konsistensi pelaksanaan dalam menghadapi dinamika kolaborasi.







