STUDI TAFSIR MUQĀRIN TENTANG LARANGAN MEMBUNUH ANAK KARENA TAKUT MISKIN DALAM QS. AL-ISRĀ’[17]: 31 DAN QS. AL-AN`ĀM [6]: 151

Authors

  • Nofitasari Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam Bangkalan
  • Lena Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam Bangkalan
  • Islamiyah Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam Bangkalan

Keywords:

Al-Qur’an, tafsir muqārin, kemiskinan, kekerasan anak

Abstract

Penelitian ini membahas larangan membunuh anak dalam Al-Qur’an melalui pendekatan tafsir muqārin dengan membandingkan QS. al-Isrā’ [17]:31 dan QS. al-An‘ām [6]:151. Kedua ayat tersebut sama-sama melarang pembunuhan anak karena alasan kemiskinan, namun memiliki perbedaan redaksi yang menunjukkan perbedaan kondisi psikologis dan sosial yang melatarbelakanginya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persamaan, perbedaan, serta relevansi pesan kedua ayat tersebut dalam konteks kekerasan terhadap anak pada masa kini. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-komparatif melalui metode tafsir muqārin. Sumber data berasal dari al-Qur’an sebagai data primer, serta kitab tafsir dan literatur ilmiah sebagai data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan metode deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. al-Isrā’ [17]:31 menekankan larangan membunuh anak karena kekhawatiran kemiskinan di masa depan, sedangkan QS. al-An‘ām [6]:151 menggambarkan kondisi kemiskinan yang nyata. Perbedaan ini menunjukkan ketelitian al-Qur’an dalam merespons kondisi manusia. Keduanya menegaskan bahwa rezeki sepenuhnya berasal dari Allah sehingga tidak ada alasan untuk menghilangkan hak hidup anak.

Downloads

Published

2026-07-06

How to Cite

Nofitasari, Lena, & Islamiyah. (2026). STUDI TAFSIR MUQĀRIN TENTANG LARANGAN MEMBUNUH ANAK KARENA TAKUT MISKIN DALAM QS. AL-ISRĀ’[17]: 31 DAN QS. AL-AN`ĀM [6]: 151. Jurnal Psikososial Dan Pendidikan, 2(2), 2926–2938. Retrieved from https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4710

Most read articles by the same author(s)