PENGGUNAAN ANSAMBEL MUSIK DALAM MENGIRINGI LAGU DOKSOLOGI DI HKI PERUMNAS PAGAR BERINGIN

Authors

  • Yohanes Oktavianus Marbun Institut Agama Kristen Negeri Tarutung
  • Monang Asi Sianturi Institut Agama Kristen Negeri Tarutung
  • Testi Bazarni Zebua Institut Agama Kristen Negeri Tarutung
  • Eben Haezarni Telaumbanua Institut Agama Kristen Negeri Tarutung
  • Rowilson Nadeak Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Keywords:

Ansambel, Musik, Doksologi

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipenyajian ansambel musik,  dan persepsi jemaat terhadap penggunaanansambel musik dalam mengiringi lagu doksologi di gereja HKI Perumnas Pagar Beringin, lagu doksologi ini adalah “Hangoluan Do Hatam dan Pasupasu HataMi”. Lagu ini dinyanyikan oleh seluruh gereja HKI setiap ibadah minggu dan lagu ini dinyanyikan pada saat khotbah dimana lagu “Hangoluan Do Hatam” dinyanyikan saat pelayan firman telah selesai membacakan nats firman Tuhan yang menjadi bahan khotbah, dan lagu “Pasupasu HataMi” dinyanyikan setelah pelayan firman selesai memaparkan isi dari firman Tuhan. Lagu Hangoluan Do Hatam memiliki birama 6/8 dengan nada dasar F=Do dan terdiri dari 16 bar, dan lagu Pasupasu HataMi memiliki birama ¾ dengan nada dasar G=Do dan terdiri dari 24 bar. Teori-teori atau pendatap-pendapat dalam bentuk pengertian yang digunakan dalam penelitian ini adalah, pengertian musik, pengertian iringan, jenis-jenis iringan musik dalam gereja, pengertian ansambel, jenis-jenis ansambel, dan landasan theologis lagu doksologi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Adapun proses kerja yang dilakukan yaitu observasi, wawancara, kepustakaan, dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan informasi melalui penelitian di lapangan untuk memperoleh hasil yang diolah menjadi pasti. Penelitian dilaksanakan di gereja HKI Perumnas Pagar Beringin. Ansambel musik dalam penyajiannya digunakan sebagai pengiring lagu doksologi dalam ibadah. Alat musik yang digunakan pada setiap ibadah, terdiri dari 1 buah keyboard, 3 buah saxophone, 1 buah biola, dan 1 buah trompet. Kesulitan yang dihadapi pemain dalam pemakaian alat musik tiup, gesek dan keyboard ini adalah dalam menentukan nilai not, ada sebagian pemain yang kurang kompetensinya dalam memainkan alat-alat musik, sebagian pemain kurang serius dalam mengikuti latihan. Dengan adanya ansambel musik ini, meningkatkan keinginan jemaat untuk mempelajarinya, terutama kaum muda dan jemaat lebih semangat dalam beribadah sehingga jumlah jemaat yang beribadah setiap minggu meningkat.

References

Almanak Huria Kristen Indonesia 2024.

Banoe, Pono, (2003), Kamus Musik, Yogyakarta: Kanisius.

Banoe, Pono, (1984), Pengantar Pengetahuan Alat-alat Musik, Jakarta: Pustaka Baru. Buku Ende Nyanyian HKI.

Buku Logu HKBP 2009.

Bowman Jr, R. M., & Komoszewski, J. (2015). Menempatkan Yesus di TakhtaNya. Literatur SAAT.

Cahyo, A. N., Manullang, T. A. A., & Isnan, M. (2020). Analisis penggunaan gaya bahasa sarkasme pada lagu Bahaya Komunis karangan Jason Ranti. Asas: Jurnal Sastra, 9(1), 6-22.

Fadhila, G. (2018). Perlindungan Karya Cipta Lagu Dan/Atau Musik Yang Dinyanyikan Ulang (Cover Song) Di Jejaring Media Sosial Dikaitkan Dengan Hak Ekonomi B Berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta. ACTA DIURNAL Jurnal Ilmu Hukum Kenotariatan, 1(2), 222-235.

Fajrie, Nur dkk, (2023), Pembelajaran Seni Musik Untuk Anak di Sekolah Dasar, edisi ke-I.(Indonesia:NEM).

Jannah, L. N. (2019). Makna Perdamaian Pada Lagu Deen Assalam Yang Dipopulerkan Oleh Sabyan Gambus (Analisis Semiotika Ferdinand De Saussure) (Doctoral dissertation, IAIN Purwokerto).

Hibbert, viv & Mike, (2001), Pelayanan Musik, (Yogyakarta: Andi Offset).

Moleong, Lexy J, (2017), Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya).

Nakagawa, Shin, (2000), Musik dan Kosmos, edisi ke-I. Yayasan Obor Indonesia.

Poetra, Adjie Esa, (2006), 1001 Jurus Mudah Menyanyi, edisi ke-I. (Dari Mizan).

Putra, Rio Eka, (2016). Fungsi Sosial Ansambel Musik Gambus Dalam Kehidupan Masyarakat Riau. Besaung: Jurnal Seni Desain dan Budaya, 1(2).

Ruben, Hiruniko, Ferdinand Edu, Samuel Sihotang, (2019). Pelatihan Peningkatan Bermain Musik Keyboard dan Drum Pemuda Gereja Bethel Indonesia Aek Natolu. Pneumata: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 1(1). 64.

Silitonga, Pita H.D (2017), Ansambel Musik Batak Toba Sebagai Pengiring dalam Peribadata Umat Kristen Etnis Batak Toba di Medan. Gondang, 1(2).

Simanjuntak, David & Alex Karamoy, (2023), “Analisis Perbedaan Impact Musik Gereja Organ Tunggal Dan Musik Gereja Full Band Bagi Peribadatan Dalam Aspek Kualitas Penyembahan Di Gereja Gst Agape Ministry Depok”, Arya Satya: Jurnal pendidikan, Sosial Budaya, dan Humaniora, 3(4).

Sinaga, Emiati Kartini, Skripsi: Harmonisasi Permainan Ansambel Musik pada Kreativitas Siswa Kelas VIII di SMP Santa Maria Tarutung, (Tarutung, 2020).

Sihombing, Aprilia Dame Christanty, Skripsi: Studi Deskriptif Ansambel Musik Kolintang Sebagai Pengiring Nyanyian Pada Upacara Bendera Di SMP Sw. St. Paulus Sidikalang, (Tarutung,2020).

SJ, Karl Edmund Prier, (1996), Ilmu Bentuk Musik (Yogyakarta: Percetakan Rejeki).

Suyigono, (2019), Metodologi Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta)

Downloads

Published

2024-09-28

How to Cite

Yohanes Oktavianus Marbun, Monang Asi Sianturi, Testi Bazarni Zebua, Eben Haezarni Telaumbanua, & Rowilson Nadeak. (2024). PENGGUNAAN ANSAMBEL MUSIK DALAM MENGIRINGI LAGU DOKSOLOGI DI HKI PERUMNAS PAGAR BERINGIN. Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora, 3(3), 3736–3756. Retrieved from https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/1323

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2