KERENTANAN PESISIR PULAU JAWA TERHADAP KENAIKAN MUKA LAUT STUDI KASUS DI KABUPATEN DEMAK, SUBANG, DAN WILAYAH LAINNYA REVIEW LITERATUR 2016-2021
Keywords:
Kenaikan muka laut, kerentanan pesisirAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerentanan pesisir Pulau Jawa terhadap kenaikan muka laut dengan studi kasus di Kabupaten Demak, Subang, dan wilayah lainnya. Fokus utama penelitian ini adalah mengidentifikasi dampak perubahan garis pantai akibat abrasi, akresi, dan banjir rob serta merumuskan strategi mitigasi yang efektif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka dengan mengumpulkan data dari jurnal nasional yang diterbitkan dalam 6 tahun terakhir (2016-2021). Teknik analisis yang diterapkan mencakup Coastal Vulnerability Index (CVI) dan overlay GIS untuk memetakan wilayah pesisir dengan tingkat kerentanan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Demak mengalami abrasi signifikan, sementara Kabupaten Subang menghadapi kombinasi akresi dan erosi akibat hilangnya vegetasi mangrove. Mitigasi berbasis ekosistem, seperti rehabilitasi mangrove dan penguatan tanggul, diperlukan untuk mengurangi dampak negatif kenaikan muka laut.
References
Handiani, D. N., Darmawan, S., Heriati, A., & Aditya, Y. D. (2019). Kajian Kerentanan Pesisir Terhadap Kenaikan Muka Air Laut Di Kabupaten Subang-Jawa Barat Study of Coastal Vulnerability To Sea Level Rise in Subang Regency-. Jurnal Kelautan Nasional, 145–154.
Prabowo, H., & Astjario, P. (2016). Perencanaan Pengelolaan Wilayah Pesisir Pulau Jawa Ditinjau Dari Aspek Kerentanan Kawasan Dan Implikasinya Terhadap Kemungkinan Bencana Kenaikan Muka Laut. Jurnal Geologi Kelautan, 10(3), 167. https://doi.org/10.32693/jgk.10.3.2012.225
Primasti, T. P. G., Hariyadi, H., Rochaddi, B., Widada, S., & Widiaratih, R. (2021). Pemantauan Kerentanan Fisik di Pesisir Kabupaten Demak (Studi Kasus Perubahan Garis Pantai). Indonesian Journal of Oceanography, 3(1), 44–54. https://doi.org/10.14710/ijoce.v3i1.9997







