NGONTEN UNTUK VIRAL : TINJAUAN ETIKA DAN DAMPAK SOSIAL DI MEDIA SOSIAL INDONESIA
Keywords:
social media, viral, digital ethics, content creators, social impact, IndonesiaAbstract
Fenomena "ngonten untuk viral" telah menjadi tren dominan dalam penggunaan media sosial di Indonesia. Konten-konten yang mengejar popularitas seringkali mengabaikan etika dan berdampak negatif terhadap masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau aspek etika dalam pembuatan konten viral serta dampak sosial yang ditimbulkannya, baik secara individu maupun kolektif. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan studi literatur, artikel ini membahas dinamika perilaku pengguna media sosial, norma sosial yang terbentuk, serta konsekuensi jangka panjang dari budaya viralitas. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun konten viral dapat menjadi sarana ekspresi dan pemberdayaan, tanpa landasan etika yang kuat, ia berpotensi memperkuat disinformasi, budaya kekerasan simbolik, serta degradasi nilai sosial.
References
Christians, C. G., et al. (2011). Media Ethics: Cases and Moral Reasoning. Pearson Education.
Goldhaber, M. H. (1997). The Attention Economy and the Net. First Monday, 2(4).
McQuail, D. (2010). McQuail’s Mass Communication Theory (6th Ed.). Sage Publications.
Nasrullah, R. (2015). Media Sosial: Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi. Simbiosa Rekatama Media.
Nugroho, Y., Siregar, V., & Laksmi, S. (2012). Mapping the Landscape of the Media Industry in Contemporary Indonesia. Centre for Innovation Policy and Governance.
Sen, K., & Hill, D. T. (2006). Media, Culture and Politics in Indonesia. Equinox Publishing.
Zuboff, S. (2019). The Age of Surveillance Capitalism. PublicAffairs.







