HILIRISASI KAKAO DI PAYAKUMBUH: KAJIAN GEOGRAFI EKONOMI TERHADAP DINAMIKA PRODUKSI DAN DISTRIBUSI PRODUK CHOKATO

Authors

  • Alhavis Salmi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Doni Guspandri Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Irfan Efendi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • M. Zidan Helmaneza Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Yulia Novita Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Keywords:

geografi ekonomi, hilirisasi, kakao, agroindustri, CHOKATO, ekonomi lokal, Payakumbuh

Abstract

Artikel ini mengkaji dinamika ekonomi lokal melalui pendekatan geografi ekonomi terhadap usaha hilirisasi kakao di Payakumbuh, Sumatera Barat. Studi difokuskan pada produk cokelat lokal bernama CHOKATO yang merupakan hasil dari transformasi ekonomi masyarakat dari sektor agraris ke agroindustri. Penelitian ini membahas keterkaitan antara faktor lokasi, distribusi sumber daya, keterbatasan spasial, infrastruktur, serta dinamika pasar dalam pengembangan produk kakao bernilai tambah. Data menunjukkan bahwa meskipun industri ini dibangun di atas basis sumber daya lokal dan tenaga kerja komunitas, faktor keterbatasan akses, teknologi, dan skala produksi masih menjadi kendala utama dalam pengembangan sektor hilir kakao. Namun demikian, inovasi lokal ini berhasil meningkatkan pendapatan, memberdayakan petani, dan membuka peluang ekspansi regional ke depan.

References

Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik Perkebunan Indonesia: Komoditas Kakao 2022–2023. Jakarta: BPS RI. https://www.bps.go.id

FAO (Food and Agriculture Organization). (2022). Cocoa Market Report Q3 2022. Rome: FAO.

Fujita, M., Krugman, P., & Venables, A. J. (1999). The Spatial Economy: Cities, Regions, and International Trade. Cambridge, MA: MIT Press.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2021). Roadmap Percepatan Hilirisasi Kakao Nasional 2021–2025. Jakarta: Direktorat Jenderal Perkebunan.

Nugroho, H., & Ramadhan, R. (2021). Dinamika Industri Berbasis Komoditas Lokal dalam Perspektif Geografi Ekonomi. Jurnal Geografi, 53(2), 99–112.

DOI: https://doi.org/10.22146/jgeo.61045

Porter, M. E. (1998). Clusters and the New Economics of Competition. Harvard Business Review, 76(6), 77–90.

Purbaya, T. S. (2020). Geografi Ekonomi dan Pembangunan Wilayah. Jurnal Ekonomi Wilayah dan Perencanaan, 10(1), 43–59.

DOI: https://doi.org/10.24198/ekonwil.v10i1.25634

Wahyuni, S. (2019). Potensi Hilirisasi Kakao dalam Peningkatan Daya Saing Nasional. Jurnal Agribisnis Indonesia (Journal of Indonesian Agribusiness), 7(2), 150–161.

DOI: https://doi.org/10.29244/jai.2019.7.2.150-161

World Cocoa Foundation. (2023). Cocoa Market and Sustainability Trends 2023. Washington, DC: WCF. https://www.worldcocoafoundation.org

Yusuf, M. (2018). Analisis Nilai Tambah Produk Cokelat Lokal: Studi Kasus UMKM Olahan Kakao di Sulawesi Tengah. Jurnal Teknologi Industri Pertanian, 28(1), 17–26.

DOI: https://doi.org/10.24961/j.tek.ind.pert.2018.28.1.17

Downloads

Published

2025-06-03

How to Cite

Alhavis Salmi, Doni Guspandri, Irfan Efendi, M. Zidan Helmaneza, & Yulia Novita. (2025). HILIRISASI KAKAO DI PAYAKUMBUH: KAJIAN GEOGRAFI EKONOMI TERHADAP DINAMIKA PRODUKSI DAN DISTRIBUSI PRODUK CHOKATO. Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora, 4(3), 5388–5392. Retrieved from https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/2440

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 3 4 5 6 7 > >>