RESILIENSI ORANG TUA TUNGGAL DALAM MEMPERJUANGKAN HIDUP KELUARGA DI DUSUN GONTING, KECAMATAN PARMONANGAN, KABUPATEN TAPANULI UTARA: SEBUAH KAJIAN SOSIO-TEOLOGIS
Keywords:
resiliensi, single mother, kajian sosio-teologis.Abstract
Fenomena meningkatnya jumlah orang tua tunggal di Dusun Gonting, Kecamatan Parmonangan, Kabupaten Tapanuli Utara, akibat kematian suami pada usia produktif, menimbulkan tantangan sosial, ekonomi, dan psikologis yang signifikan, terutama dalam konteks budaya Batak Toba yang patriarkal. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor pendorong para orang tua tunggal khususnya single mother untuk tidak menikah kembali pasca kematian suami serta mengkaji bentuk resiliensi mereka dalam memperjuangkan hidup keluarga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis dalam kajian sosio-teologis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi, dengan subjek delapan single mother yang telah menjalani peran tersebut antara 7–40 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan para orang tua tunggal (single mother) untuk tidak menikah kembali dipengaruhi oleh komitmen terhadap anak, kekhawatiran akan stabilitas keluarga, keyakinan spiritual dan religius, pengaruh nilai budaya dan moral lokal, serta pengalaman kehilangan yang menumbuhkan kemandirian. Resiliensi mereka tercermin dalam ketangguhan ekonomi, dukungan emosional, jaringan sosial, dan penguatan spiritual, yang memungkinkan mereka bertahan dan membimbing anak-anak menuju masa depan lebih baik. Kesimpulannya, resiliensi ibu tunggal di Dusun Gonting tidak hanya menopang kesejahteraan keluarga tetapi juga memperlihatkan peran iman dan budaya dalam menguatkan individu menghadapi krisis.
References
Agustina Raplina Samosir dan Donald Steven Keryapi, “Menari Di Negeri Asing: Belajar Tentang Resiliensi Yusuf,” ABARA: Jurnal Konseling Pastoral 1, no. 2 (2023): 42–49.
Ben Anderson, “What kind of thing is resilience?,” Politics 35, no. 1 (2015): 60–66.
Edith Henderson Grotberg, “Resilience programs for children in disaster,” Ambulatory child health 7, no. 2 (2001): 75–83.
Falah, “Analisis Gender Terhadap Peran Istri Dalam Menjalankan Fungsi Keluarga (Studi Pasangan Keluarga Jarak Jauh di Purwokerto, Kabupaten Banyumas).”
Gary R VandenBos, APA dictionary of psychology. (American Psychological Association, 2007).
Hermia Anata Rahman, “Pola pengasuhan anak yang dilakukan oleh single mother,” Jurnal Ilmiah 4, no. 1 (2014).
Janet Ledesma, “Conceptual frameworks and research models on resilience in leadership,” Sage open 4, no. 3 (2014): 2158244014545464.
Jennifer R Riley dan Ann S Masten, “Resilience in context,” in Resilience in children, families, and communities: Linking context to practice and policy (Springer, 2005), 13–25.
John Anthony Berry, “Braving a troubled world. Theological explorations of resilience,” ed. John Anthony Berry (Kite Group, 2023), 37–76.
John Webster, Word and Church: essays in Christian dogmatics (Bloomsbury Publishing, 2016).
Karen Reivich dan Andrew Shatté, The resilience factor: 7 essential skills for overcoming life’s inevitable obstacles. (Broadway books, 2002).
Kurnia Dwi Cahyani, “Masalah dan kebutuhan orang tua tunggal sebagai kepala keluarga,” Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan Dan Konseling 5, no. 8 (2016).
Margaret O’Dougherty Wright dan Ann S Masten, “Pathways to resilience in context,” in Youth resilience and culture: Commonalities and complexities (Springer, 2014), 3–22.
Michelle D Keye dan Aileen M Pidgeon, “Investigation of the relationship between resilience, mindfulness, and academic self-efficacy,” Open Journal of Social Sciences 1, no. 6 (2013): 1–4.
Nabilah Falah, “Analisis Gender Terhadap Peran Istri Dalam Menjalankan Fungsi Keluarga (Studi Pasangan Keluarga Jarak Jauh di Purwokerto, Kabupaten Banyumas),” jurnal.uindatokarama.ac.id 15, no. 2 (2023).
Norman Garmezy, “Resiliency and vulnerability to adverse developmental outcomes associated with poverty,” American behavioral scientist 34, no. 4 (1991): 416–430.
Rick Hanson, Resilient: 12 tools for transforming everyday experiences into lasting happiness (Random House, 2018).
Wiwin Hendriani, “Adaptasi positif pada resiliensi akademik mahasiswa doktoral,” Humanitas 14, no. 2 (2017): 139.
Xiaonan Yu dan Jianxin Zhang, “Factor analysis and psychometric evaluation of the Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC) with Chinese people,” Social Behavior and Personality: an international journal 35, no. 1 (2007): 19–30.







