EDUKASI STUNTING DALAM MEMPERSIAPKAN MUSISI-MUSISI HANDAL DI MASA DEPAN DI DESA JANJIMATOGU KABUPATEN TOBA
Keywords:
stunting, perkembangan musikal, edukasi gizi, tumbuh kembang anak, Kabupaten TobaAbstract
Abstrak
Stunting merupakan masalah kesehatan yang berdampak jangka panjang pada perkembangan fisik, kognitif, motorik, dan kreativitas anak, termasuk kemampuan musikal. Kondisi kekurangan gizi kronis tidak hanya menghambat pertumbuhan tubuh, tetapi juga memengaruhi perkembangan saraf yang berperan penting dalam pembentukan kemampuan musik seperti memori ritmis, koordinasi motorik halus, dan persepsi nada. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat Desa Janjimatogu, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba mengenai pencegahan stunting sekaligus memberikan edukasi stimulasi musikal sebagai upaya mendukung tumbuh kembang anak dan mempersiapkan generasi musisi potensial di masa depan. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, demonstrasi gizi seimbang, pelatihan stimulasi musikal dini, diskusi kelompok, dan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terkait stunting (82%), gizi seimbang (89%), serta hubungan kesehatan anak dengan kemampuan musikal (77%). Program ini terbukti meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pencegahan stunting merupakan langkah strategis dalam menciptakan generasi sehat, cerdas, dan kreatif—sehingga memiliki peluang lebih besar untuk berkembang menjadi musisi handal di masa depan.
References
Anderson, V., Northam, E., & Wrennall, J. (2018). Developmental neuropsychology: A clinical approach. Routledge.
Campbell, P. S., & Scott-Kassner, C. (2019). Music in childhood: From preschool through the elementary grades. Cengage Learning.
Depkes RI. (2022). Pedoman nasional pencegahan stunting. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Georgieff, M. K. (2007). Nutrition and the developing brain: Nutrient priorities and measurement. American Journal of Clinical Nutrition, 85(2), 614–620.
Hoddinott, J., Alderman, H., Behrman, J. R., Haddad, L., & Horton, S. (2013). The economic rationale for investing in stunting reduction. Maternal & Child Nutrition, 9(S2), 69–82.
Kementerian Kesehatan RI. (2021). Buku saku pelayanan gizi dalam konteks 1.000 HPK. Direktorat Gizi Masyarakat.
Kurniati, A., & Nurhayati, T. (2020). Dampak stunting terhadap perkembangan kognitif anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1), 14–25.
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. (2021). Panduan pencegahan stunting berbasis desa. Kemendes PDTT.
Prier, K. E. (2017). Ilmu musikal. Pusat Musik Liturgi.
Purwanto, E. (2019). Stunting dan kaitannya dengan perkembangan otak anak. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 14(2), 112–120.
Roeske, K. (2021). Music and early childhood development: Neurological foundations and educational implications. International Journal of Music Education, 39(3), 205–219.
Soetjiningsih. (2020). Tumbuh kembang anak. EGC.
Sutanto, R., & Widodo, S. (2022). Peran stimulasi musik terhadap perkembangan motorik dan kognitif anak usia dini. Jurnal Pendidikan Musik, 4(2), 45–58.
Walker, S. P., Wachs, T. D., Gardner, J. M., Lozoff, B., & Grantham-McGregor, S. (2011). Child development: Risk factors for adverse outcomes in developing countries. The Lancet, 378(9799), 145–157.







