HUBUNGAN ANTARA BAHASA DAN PIKIRAN KRITIS SISWA SMPN 1 PAMUKAN SELATAN DESA TANJUNG SAMALANTAKAN
Keywords:
bahasa, berpikir kritis, pendidikanAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk memahami hubungan antara bahasa dan pikiran kritis siswa SMPN 1 Pamukan Selatan. Bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana utama dalam proses berpikir dan pembentukan cara pandang terhadap dunia. Melalui bahasa, seseorang mampu mengorganisasi ide, mengekspresikan gagasan, serta menafsirkan realitas secara logis dan analitis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisis terhadap pengalaman, persepsi, dan teks yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berbahasa yang baik mendukung keterampilan berpikir kritis siswa, terutama dalam kemampuan bernalar, menganalisis informasi, serta menyusun argumen yang logis. Selain itu, keterampilan literasi seperti membaca dan menulis berperan penting dalam memperkuat hubungan antara bahasa dan berpikir kritis. Integrasi keduanya dalam pendidikan diharapkan mampu meningkatkan kemampuan berpikir reflektif dan komunikatif siswa.
References
Albrecht,K .(1986). Brain Power. London Willey & Sons
, K. et al. (2021). No Title 済無 No Title No Title No Title. 5, 167–186.
Chomsky, Noam. (1965). Aspects of the Theory of Syntax. Cambridge: MIT Press.
Crumb, L. N. (1983). The classification of biographical dictionaries in reference collections using the library of congress classification system. Cataloging and Classification Quarterly, 3(1), 41–44. https://doi.org/10.1300/J104v03n01_03
Hussein, B. A. S. (2012). The sapir-whorf hypothesis today. Theory and Practice in Language Studies, 2(3), 642–646. https://doi.org/10.4304/tpls.2.3.642-646
Natsir, M., Bahasa, F., & Medan, U. N. (2008). IKIRAN Muhammad.Nats. 255–262.
Pratikno, H., Wulansari, A., & Purwanto, K. (2024). Relevansi Intuisi Kebahasaan Penutur terhadap Kemampuan Berpikir Logis dan Kritis dalam Penyampaian Argumentasi. ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pembelajarannya, 7(1), 142–151. https://doi.org/10.33503/alfabeta.v7i1.4084
Rahma, S. N., Deyanti, F., & Fitriyah, M. (2024). Peran Membaca dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis di Kalangan Mahasiswa. Dharma Acariya Nusantara: Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Budaya, 2(1), 75–83.
Simanjuntak, J. (2008). Bahasa dan Pikiran Manusia. Jakarta: Rineka Cipta.
Sumaryono, E. (1993). Hermeneutik: Sebuah Metode Filsafat. Yogyakarta: Kanisius
Suriasumantri, J.S. (1988). Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer. Jakarta: Pustaka Sinar
Harapan.
Vygotsky, L.S. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological
Processes. Cambridge, MA: Harvard University Press.
Suhendi, E. T. (2017). Berbahasa, Berpikir, dan Peran Pendidikan Bahasa. Proceedings Education and Language International Conference, 1(1), 298–305. http://jurnal.unissula.ac.id/index.php/ELIC/article/view/1243
Warsiman. (2017). Keterkaitan Bahasa dan Logika dalam Berpikir Kritis. Jurnal Prosodi Bahasa Dan Sastra Inggris, Vol. 5(1), 1–15. https://journal.trunojoyo.ac.id/prosodi/article/view/77/99
Watt, W. C., & Chomsky, N. (1970). Aspects of the Theory of Syntax. College Composition and Communication, 21(1), 75. https://doi.org/10.2307/354598







