TRADISI TEPUK TEPUNG TAWAR PADA MASYARAKAT MELAYU SIAK SEBAGAI BENTUK KEARIFAN LOKAL

Authors

  • Gehan Farhan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Wa Ode Sriwahyuni Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Yulia Novita Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Keywords:

Tepuk Tepung Tawar, kearifan lokal, budaya Melayu, Siak Sri Indrapura, wisata budaya

Abstract

Tradisi Tepuk Tepung Tawar merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Melayu Siak Sri Indrapura yang masih dilestarikan hingga saat ini. Tradisi ini umumnya dilaksanakan pada berbagai peristiwa penting dalam kehidupan masyarakat, seperti pernikahan, kelahiran, khitanan, naik rumah, hingga penobatan pemimpin adat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna, nilai, dan fungsi Tradisi Tepuk Tepung Tawar sebagai bentuk kearifan lokal masyarakat Melayu Siak serta potensinya dalam mendukung pariwisata budaya. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui penelaahan berbagai literatur, jurnal, dan sumber tertulis terkait budaya Melayu Siak. Hasil kajian menunjukkan bahwa Tepuk Tepung Tawar mengandung nilai religius, sosial, dan simbolik yang mencerminkan keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam. Selain sebagai media doa dan restu, tradisi ini berperan dalam memperkuat identitas budaya Melayu dan berpotensi menjadi daya tarik wisata budaya berbasis kearifan lokal di Kabupaten Siak.

References

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Pitana, I. G., & Gayatri, P. G. (2005). Sosiologi pariwisata. Yogyakarta: Andi Offset.

Putra, I. N. D., & Pitana, I. G. (2019). Pariwisata budaya dan pelestarian tradisi lokal. Jurnal Kepariwisataan Indonesia, 14(2), 85–98.

Rahman. (2018). Budaya Melayu dan kearifan lokal dalam kehidupan masyarakat. Jurnal Sosial Budaya, 15(1), 45–56.

Richards, G. (2018). Cultural tourism: A review of recent research and trends. Journal of Hospitality and Tourism Management, 36, 12–21.

Riwut, T. (2017). Tradisi dan adat istiadat Melayu Riau. Pekanbaru: Dinas Kebudayaan Provinsi Riau.

Sari, N., & Hadi, S. (2021). Dampak sosial ekonomi festival budaya terhadap masyarakat lokal. Jurnal Pariwisata dan Budaya, 6(2), 101–112.

Supriyanto, A., & Lestari, D. (2020). Peran festival budaya dalam pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal. Jurnal Pariwisata Nusantara, 4(1), 33–44.

Syarifuddin. (2020). Kearifan lokal masyarakat Melayu Siak dalam perspektif budaya dan pariwisata. Jurnal Kebudayaan Melayu, 8(2), 67–78.

Timothy, D. J., & Nyaupane, G. P. (2016). Cultural heritage and tourism in the developing world: A regional perspective. London: Routledge.

Downloads

Published

2025-12-17

How to Cite

Gehan Farhan, Wa Ode Sriwahyuni, & Yulia Novita. (2025). TRADISI TEPUK TEPUNG TAWAR PADA MASYARAKAT MELAYU SIAK SEBAGAI BENTUK KEARIFAN LOKAL. Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora, 5(1), 1150–1164. Retrieved from https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/3590

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 3 4 5 6 7 > >>