TEORI INTERAKSIONALISME SIMBOLIS (SIMBOL-SIMBOL KEAGAMAAN DALAM INTERAKSI SEHARI-HARI)
Keywords:
interaksionalisme simbolis, simbol keagamaan, interaksi sosial, pendidikan agama, makna sosial.Abstract
Artikel ini mengkaji hubungan antara ilmu sosial, pendidikan, dan agama dengan menggunakan pendekatan teori interaksionalisme simbolis. Fokus utama tulisan ini adalah bagaimana simbol-simbol keagamaan digunakan, dimaknai, dan dipraktikkan dalam interaksi sosial sehari-hari, serta bagaimana hal tersebut membentuk identitas, nilai, dan pola hubungan antarindividu dalam konteks sosial-keagamaan. Teori interaksionalisme simbolis menekankan bahwa makna sosial tidak bersifat tetap, melainkan hasil dari proses interaksi manusia melalui penggunaan simbol. Dalam konteks agama, simbol-simbol seperti pakaian, bahasa, ritual, dan gestur menjadi sarana komunikasi yang memperkuat solidaritas sosial sekaligus meneguhkan nilai-nilai spiritual. Artikel ini juga menyoroti relevansi teori ini dalam pendidikan agama, di mana pemahaman terhadap simbol dan interaksi sosial berperan penting dalam pembentukan karakter dan moral peserta didik.
References
Berger, Peter L. The Sacred Canopy: Elements of a Sociological Theory of Religion. New York: Anchor Books, 1967.
Berger, Peter L., & Luckmann, Thomas. The Social Construction of Reality. New York: Anchor Books, 1966.
Blumer, Herbert. Symbolic Interactionism: Perspective and Method. Englewood Cliffs: Prentice-Hall, 1969.
Geertz, Clifford. The Interpretation of Cultures. New York: Basic Books, 1973.
Goffman, Erving. The Presentation of Self in Everyday Life. New York: Doubleday, 1959.
Henslin, James M. Sociology: A Down-to-Earth Approach. Boston: Pearson, 2012.
Mead, George Herbert. Mind, Self, and Society. Chicago: University of Chicago Press, 1934.
Ritzer, George. Sociological Theory. New York: McGraw-Hill, 2011.







