INTEGRASI MODELING DAN REINFORCEMENT DALAM PEMBENTUKAN PERILAKU RELIGIUS PESERTA DIDIK DI SEKOLAH: PERSPEKTIF TEORI PEMBELAJARAN SOSIAL
Keywords:
Sosiologi Perilaku, Teori Pembelajaran Social, Modeling, Reinforcement.Abstract
Penelitian ini menggabungkan sosiologi perilaku dan Teori Pembelajaran Sosial untuk mengembangkan perilaku religius di sekolah. Sosiologi perilaku menyatakan bahwa perilaku kelompok terbentuk oleh struktur sosial dan interaksi, sedangkan Teori Pembelajaran Sosial Bandura menekankan pentingnya observasi dan peniruan. Di sekolah, perilaku religius diajarkan secara eksplisit dan diperoleh melalui teladan, konsekuensi tindakan, dan dukungan sosial. Proses belajar melalui observasi meliputi perhatian, penyimpanan, reproduksi, dan motivasi, dengan peran penting dari guru dan figur berwenang. Konsep pengkondisian Skinner menunjukkan bahwa penguatan positif dan negatif memengaruhi perilaku. Kombinasi modeling dan penguatan menciptakan pembiasaan yang efisien melalui contoh perilaku, praktik keagamaan, dan penguatan berkelanjutan. Internalisasi nilai religius terjadi ketika tindakan yang diamati dipahami, diulang, dan diperkuat oleh penghargaan sosial. Penelitian menunjukkan bahwa suasana religius yang baik, teladan autentik, dan sistem penguatan yang konsisten dapat meningkatkan religiositas dan karakter etis siswa. Oleh karena itu, gabungan teori perilaku dan pembelajaran sosial menjadi dasar dalam merumuskan strategi pendidikan karakter yang berkelanjutan.







