SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL ATAU SPMI SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL (SPMI) SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN MUTU PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: STUDI LITERATUR
Keywords:
SPMI, Mutu Pendidikan, Program Studi PAI, Penjaminan Mutu, Pendidikan Tinggi Islam.Abstract
Peningkatan mutu pendidikan tinggi menjadi tuntutan utama di era globalisasi dan transformasi digital, termasuk pada Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Berbagai permasalahan seperti rendahnya budaya mutu, keterbatasan sumber daya, serta belum optimalnya tata kelola akademik mendorong pentingnya penerapan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) secara sistematis dan berkelanjutan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep, implementasi, serta dampak SPMI terhadap peningkatan mutu Program Studi PAI di perguruan tinggi Islam. Metode yang digunakan adalah studi literatur (library research) dengan pendekatan kualitatif melalui pengkajian berbagai regulasi, jurnal ilmiah, buku, dan dokumen terkait penjaminan mutu pendidikan tinggi Islam. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi SPMI pada Prodi PAI dilakukan melalui siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam seperti amanah, itqan, ihsan, dan tawazun. Implementasi SPMI berdampak positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran, kompetensi dosen, penguatan tata kelola akademik, peningkatan capaian akreditasi BAN-PT/LAMDIK, serta terbentuknya budaya mutu di lingkungan sivitas akademika. Namun demikian, implementasi SPMI masih menghadapi berbagai hambatan seperti keterbatasan sumber daya, resistensi budaya organisasi, dan lemahnya sistem dokumentasi mutu. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa SPMI bukan hanya instrumen administratif untuk memenuhi kebutuhan akreditasi, melainkan strategi utama dalam membangun mutu pendidikan tinggi Islam yang berkelanjutan. Oleh karena itu, penguatan komitmen kepemimpinan, optimalisasi peran Gugus Penjaminan Mutu, serta internalisasi budaya mutu berbasis nilai-nilai Islam menjadi langkah penting dalam meningkatkan daya saing dan kualitas Program Studi PAI di Indonesia.







