PROBLEMATIKA KURIKULUM, INTEGRASI. NASIONAL DAN DINIYAH
Keywords:
Integrasi kurikulum; kurikulum nasional; kurikulum diniyah; dikotomi pendidikan; epistimologi islam.Abstract
Integrasi Kurikulum Nasional dan Kurikulum Diniyah pada lembaga pendidikan Islam di Indonesia merupakan langkah strategis untuk mengikis dikotomi historis antara ilmu pengetahuan umum dan keagamaan. Namun, dalam tataran praksis, proses integrasi ini menghadapi berbagai masalah epistemologis, metodologis, hingga kelembagaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akar problematika integrasi kurikulum, mengevaluasi dampak berlebihnya beban kognitif pada peserta didik, serta merumuskan model integrasi yang ideal. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-kepustakaan (library research) dengan analisis isi kritis (critical content analysis) dan pendekatan hermeneutika filosofis. Data primer bersumber dari dokumen kebijakan Kurikulum Merdeka Kemendikbudristek dan Kemenag RI serta literatur integrasi ilmu, sedangkan data sekunder diperoleh dari artikel jurnal terindeks dan buku-buku relevan dalam dua dekade terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) problematika utama bersumber dari paradigma akumulatif (additive model) yang sekadar menumpuk mata pelajaran tanpa sintesis epistemologis; (2) beban belajar berlebih memicu kelelahan kognitif (cognitive overload) pada siswa dan ketimpangan kualifikasi pendidik; serta (3) perlunya pergeseran menuju Interconnected Model melalui pendekatan intradisciplinary, interdisciplinary, dan transdisciplinary. Penelitian ini merekomendasikan perlunya regulasi bersama antara Kemendikbudristek dan Kemenag untuk memberikan otonomi simplifikasi kurikulum bagi lembaga pendidikan Islam.







