PROBLEMATIKA PEMBIAYAAN PENDIDIKAN ISLAM: TATA KELOLA DANA BOS, INFAK, DAN WAKAF DALAM MENINGKATKAN MUTU LEMBAGA

Authors

  • Nurhaerati Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia
  • Alwan Suban Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia
  • Syawal Kurnia Putra Universitas Tomakaka Mamuju

Keywords:

pembiayaan pendidikan Islam, dana BOS, infak, wakaf, tata kelola pendidikan.

Abstract

Pembiayaan merupakan salah satu komponen penting dalam penyelenggaraan pendidikan Islam karena berpengaruh terhadap keberlangsungan program, ketersediaan sarana dan prasarana, serta peningkatan mutu pembelajaran. Namun, pengelolaan pembiayaan pada lembaga pendidikan Islam masih menghadapi berbagai persoalan, seperti keterbatasan sumber dana, ketergantungan terhadap Bantuan Operasional Sekolah (BOS), transparansi penggunaan anggaran, serta belum optimalnya pemanfaatan infak dan wakaf sebagai sumber pembiayaan berkelanjutan. Artikel ini bertujuan menganalisis problematika pembiayaan pendidikan Islam dengan menitikberatkan pada tata kelola dana BOS, infak, dan wakaf. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menelaah literatur terkait manajemen pembiayaan pendidikan, regulasi pendanaan pendidikan, serta prinsip pengelolaan dana sosial Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa tantangan pembiayaan tidak hanya berkaitan dengan keterbatasan jumlah dana, tetapi juga dengan kapasitas manajerial, akuntabilitas, perencanaan anggaran, dan kemampuan lembaga dalam mengembangkan sumber pendanaan alternatif. Oleh karena itu, diperlukan tata kelola pembiayaan yang transparan, partisipatif, profesional, dan berorientasi pada keberlanjutan untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan Islam.

Downloads

Published

2026-11-01

How to Cite

Nurhaerati, Alwan Suban, & Syawal Kurnia Putra. (2026). PROBLEMATIKA PEMBIAYAAN PENDIDIKAN ISLAM: TATA KELOLA DANA BOS, INFAK, DAN WAKAF DALAM MENINGKATKAN MUTU LEMBAGA . Jurnal Psikososial Dan Pendidikan, 2(3), 3981–3994. Retrieved from https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/5053