PELESTARIAN DAN NILAI BUDAYA PELITO DAUN SEBAGAI MAKANAN KHAS KAMPAR RIAU
Keywords:
Pelito Daun, Makanan Tradisional, Budaya Lokal, Pelestarian, Kampar, RiauAbstract
Pelito daun merupakan makanan tradisional yang berasal dari Kabupaten Kampar, Riau. Keunikan makanan ini terletak pada penggunaan bahan alami dan proses pembuatannya yang tradisional. Namun, di tengah pesatnya arus modernisasi dan globalisasi, keberadaan makanan ini semakin tersisih dan mulai dilupakan oleh generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan pelestarian pelito daun serta merumuskan strategi efektif untuk menjaga keberlangsungannya. Metode yang digunakan adalah studi kualitatif deskriptif dengan pendekatan literatur dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pelestarian dapat dilakukan melalui pendidikan, promosi digital, dukungan kebijakan, inovasi produk, dan pelibatan komunitas. Pelito daun memiliki potensi besar sebagai ikon kuliner daerah yang tidak hanya lezat, tetapi juga sarat nilai budaya.
References
Andini, Shela, dkk., (2024), Tradisi Basiacuong Di Dalam Peresmian Pernikahan Pada Masyarakat Kampar Riau, Pediaque.
Chaniago, M Fadhli, Dkk., (2023) Potensi Makanan Tradisional Bolu Kemojo Sebagai Daya Tarik Wisata Di Pekanbaru, Jumsi.
Liliweri, Alo, (2021) Antara Nilai, Norma dan Adat Kebiasaan, Yogyakarta: Nusamedia.







