PERAN PERKUMPULAN KELUARGA MASYARAKAT NIAS (PKMN) DALAM REVITALISASI BUDAYA NIAS DI PERANTAUAN: STUDI KASUS DI KECAMATAN TARUTUNG, KABUPATEN TAPANULI UTARA

Authors

  • Djerin Zalukhu Institut Agama Kristen Negeri Tarutung
  • Rusmauli Simbolon Institut Agama Kristen Negeri Tarutung
  • Wensdy Sitindaon Institut Agama Kristen Negeri Tarutung
  • Masniar H. Sitorus Institut Agama Kristen Negeri Tarutung
  • Omta Purba Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Keywords:

PKMN, Revitalisasi Budaya, Masyarakat Nias, Perantauan, Modernitas Refleksif.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Perkumpulan Keluarga Masyarakat Nias (PKMN) dalam revitalisasi budaya Nias di perantauan, proses negosiasi identitas budaya masyarakat Nias, serta faktor pendukung dan penghambat revitalisasi budaya di Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pengurus PKMN, tokoh adat, anggota PKMN, masyarakat Nias, dan generasi muda Nias. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PKMN berperan dalam mempertahankan dan merevitalisasi budaya Nias melalui kegiatan adat, penguatan solidaritas sosial, pelestarian bahasa dan nilai budaya, serta pelibatan generasi muda. Negosiasi identitas budaya terlihat dalam penyesuaian praktik perkawinan dan bowo, peran uwu atau paman dalam kekerabatan, pelaksanaan adat dan ritual, serta penggunaan bahasa Nias. Penyesuaian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi, kehidupan sosial, dan tuntutan modernitas, tetapi tetap mempertahankan nilai penghormatan kepada orang tua, keluarga, solidaritas, dan tanggung jawab sosial. Temuan tersebut dianalisis menggunakan perspektif modernitas refleksif Anthony Giddens yang melihat tradisi sebagai sesuatu yang terus dievaluasi dan ditata kembali sesuai perubahan sosial. Dengan demikian, PKMN tidak hanya berfungsi sebagai organisasi sosial, tetapi juga menjadi ruang negosiasi budaya secara reflektif dalam mempertahankan identitas masyarakat Nias di perantauan.

References

Adams, M. Hybridizing habitus and reflexivity: Towards an understanding of contemporary identity? Sociology, 40(3), 2006.

Barth, F. Ethnic groups and boundaries: The social organization of culture difference. Little, Brown and Company, 1969.

Beresaby, R. A. Distansiasi, pemisahan, dan refleksivitas sebagai penggerak perubahan masyarakat: Suatu refleksi terhadap modernitas dalam pemikiran Anthony Giddens. Diglosia: Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia, 2021.

Bowen, G. A. Document analysis as a qualitative research method. Qualitative Research Journal, 9(2), 2019.

BPS Kabupaten Tapanuli Utara. Kabupaten Tapanuli Utara dalam angka 2023. Badan Pusat Statistik Kabupaten Tapanuli Utara, 2023.

Cohen, A. P. The symbolic construction of community. Tavistock Publications, 1985.

Creswell, J. W. Research design: Pendekatan metode kualitatif, kuantitatif, dan campuran. Pustaka Pelajar, 2016.

Daeli, C. J. W., Kerebungu, F., dan Hamsah, H. Adaptasi sosial mahasiswa etnis Nias pada masyarakat di Kelurahan Perum Maesa Unima. Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JELAS), 1(4), 2025.

Fishman, J. A. Reversing language shift: Theoretical and empirical foundations of assistance to threatened languages. Multilingual Matters, 1991.

Gea, H., dan Damanik, E. Peran organisasi sosial Pemuda Peduli Nias (PPN) dalam penguatan budaya dan sosial etnis Nias di Kota Medan. MESIR: Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion, 2024.

Geertz, C. The interpretation of cultures. Basic Books, 1973.

Giddens, A. Modernity and self-identity: Self and society in the late modern age. Stanford University Press, 1991.

Hall, S. Cultural identity and diaspora. Dalam J. Rutherford (Ed.), Identity: Community, culture, difference. Lawrence & Wishart, 1990.

Harefa, B., dan Bawamenewi, A. Analisis nilai-nilai budaya dalam famotu ono nihalö di pesta pernikahan adat Nias di Kota Gunungsitoli. Primary Education Journals, 3(2), 2023.

Iskandar, M. Globalisasi dan perubahan sosial budaya masyarakat Indonesia di era modern. Jurnal Sosial Humaniora, 13(1), 2022.

Koentjaraningrat. Pengantar ilmu antropologi. Rineka Cipta, 2009.

Kraidy, M. M. Hybridity, or the cultural logic of globalization. Temple University Press, 2005.

Kurniawan, N. I. Melacak pemikiran Anthony Giddens tentang nation-state dan modernitas. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 2001.

Lase, P., dkk. Kearifan lokal masyarakat Nias. Jurnal Sains, Teknik, Ekonomi, dan Pendidikan, 2(1), 2024.

Nababan, T. Pergeseran bahasa daerah pada komunitas masyarakat perantauan di Indonesia. Jurnal Bahasa dan Budaya, 6(2), 2018.

Putnam, R. D. Bowling alone: The collapse and revival of American community. Simon & Schuster, 2000.

Sedyawati, E. Kebudayaan di Nusantara: Dari keris, tor-tor sampai industri budaya. Komunitas Bambu, 2014.

Simanjuntak, R. Perubahan adat dan identitas budaya masyarakat perantau di wilayah perkotaan. Jurnal Antropologi Indonesia, 37(1), 2016.

Siregar, M. Transformasi adat dalam komunitas masyarakat perantau Batak di kota besar. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 22(3), 2020.

Situmorang, J. Adaptasi budaya komunitas etnis di wilayah perantauan. Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan, 11(2), 2019.

Smith, L. Uses of heritage. Routledge, 2006.

Tarigan, H. Identitas budaya masyarakat Batak perantau di wilayah perkotaan. Jurnal Sosiologi Nusantara, 2017.

Wahyutama, dan Maulani, S. Gegar budaya dan strategi adaptasi budaya mahasiswa perantauan Minang di Jakarta. Konvergensi: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 4(1), 2022.

Wiradnyana, K. Paradigma perubahan evolusi pada budaya megalitik di wilayah budaya Nias. Kapata Arkeologi, 11(2), 2015. https://doi.org/10.24832/kapata.v11i2.289

Yin, R. K. Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). Sage Publications, 2018.

Downloads

Published

2026-10-03

How to Cite

Djerin Zalukhu, Rusmauli Simbolon, Wensdy Sitindaon, Masniar H. Sitorus, & Omta Purba. (2026). PERAN PERKUMPULAN KELUARGA MASYARAKAT NIAS (PKMN) DALAM REVITALISASI BUDAYA NIAS DI PERANTAUAN: STUDI KASUS DI KECAMATAN TARUTUNG, KABUPATEN TAPANULI UTARA. Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora, 5(4), 4337–4356. Retrieved from https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/5018

Most read articles by the same author(s)