UPAYA GURU PAK DALAM MEMBANGUN IMAN REMAJA
Keywords:
Remaja, Pendekatan Pendidikan Agama Kristen, ImanAbstract
Masa remaja masa transisi diri periode anak ke dewasa. Apabila kita perhatikan dan kita ikuti pertumbuhan anak sejak lahir sampai besar, akan didapatilah bahwa anak itu tumbuh secara berangsur-angsur bersamaan dengan bertambahnya umur maupun fisik lain ya. Pendidikan Agama Kristen berfokus pada inisiatif Allah dan pada pekerjaan Roh-Nya yang kudus, maka objek yang pertama dari Pendidikan Agama Kristen ialah membimbing murid (anak) kepada pengetahuan dan pengertian akan penyataan illahi itu, dan kepada penerimaan yang sungguh-sungguh akan Kristus sebagai Guru, Tuhan dan Juruselamatnya sendiri. Iman dalam Kekristenan keyakinan sentral yang diajarkan oleh Yesus Kristus, sehingga iman sangat mempengaruhi kehidupan orang Kristen.
References
Rupp, A. N. 2009. Tumbuh Kembang Bersama Anak: Menuntun Anak Menuju Pertumbuhan Emosional, Moral, & Iman. Jakarta: Bpk
Gunung Mulia.
Santrock, J. W. (2007). Remaja Edisi 11 Jilid 1. Jakarta: Erlangga.Santrock, J. W. (2014). Psikologi Pendidikan: Educational Psychology, Edisi Kelima, Buku 1jakarta: Salemba Humanika.
Dame Taruli, S.Pak. Mace. M.Pd.K, And S.Pak. M.Min. M.Pd.K Rida Gultom. Pendidikan Agama Kristen Kepada Remaja Dan Pemuda. Edited By Tim Editor Mitra. Pertama. Cv. Mitra Dwi Lestari, 2011.
Darianti, Darianti, And Talizaro Tafonao. “Strategi Pendidikan Agama Kristen Dalam Membentuk Karakter Remaja Usia 12-15 Tahun Di Era 4.0.” Jurnal Dinamika Pendidikan 14, No. 3 (2022): 202–211.
Drs Paulus Lilik Kristianto, Th.M, M. Si. Prinsip & Praktik Pendidikan Agama Kristen. Ketiga. Andi ( Penerbit Buku Dan Majalah Rohani), 2008.
Ryan, Cooper, And Tauer. “Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora.” Paper Knowledge . Toward A Media History Of Documents 1, No. 4 (2013): 12–26. Https://Publisherqu.Com/Index.Php/Pediaqu/Article/View/107/105.
Student, M Tech, Rahul Richa Kumar, R Eviewers C Omments, Ajit Prajapati, Track- A Blockchain, A I Ml, Prof Santosh N Randive, Et Al. “Pak Dalam Keluarga Dan Lingkungan Pergaulan Siswa.” Frontiers In Neuroscience 14, No. 1 (2021): 1–13.







