RESEPSI WARGANET TERHADAP PENAMBAHAN ANGGOTA KABINET MERAH PUTIH: ANALISIS KOLOM KOMENTAR INSTAGRAM @hariankompas
Keywords:
Resepsi Warganet, Kabinet Merah Putih, Instagram @hariankompas, Analisis Komentar.Abstract
Pengumuman susunan Kabinet Merah Putih yang berukuran besar (fat cabinet) menjadi salah satu isu politik paling hangat yang memicu perdebatan publik di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis resepsi warganet terhadap pemberitaan penambahan anggota Kabinet Merah Putih pada unggahan akun Instagram @hariankompas dengan mengidentifikasi kolom komentar warganet atas berita yang berjudul ”Jumlah Anggota Kabinet Merah Putih Bertambah”. Adapun komentar yang diteliti mencakup 88 komentar yang dituliskan dalam berbagai bentuk ungkapan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil peneltian menyimpulkan resepsi warganet terhadap penambahan anggota kabinet Merah Putih pada kolom komentar Instagram @hariankompas didominasi oleh pembacaan oposisional sebesar 93,02%. Posisi ini diikuti oleh pembacaan dominan-hegemonik sebesar 4,65% dan pembacaan negosiasi sebesar 2,33%. Mayoritas warganet menolak atau bersikap kritis terhadap kebijakan penambahan anggota kabinet karena dipandang berpotensi menambah beban APBN, memperbesar jumlah pejabat, serta memicu pemborosan dan tumpang tindih birokrasi. Kritik disampaikan melalui berbagai bentuk bahasa, mulai dari argumen langsung mengenai efisiensi anggaran hingga satire dan sindiran. Sementara itu, dukungan terhadap kebijakan hanya muncul dalam proporsi kecil, sedangkan sikap menerima dengan catatan hampir tidak berkembang. Temuan ini menunjukkan bahwa kolom komentar Instagram @hariankompas berfungsi sebagai ruang publik digital tempat warganet menyampaikan aspirasi, kritik, dan kontrol sosial terhadap kebijakan pemerintahan.
References
Hall, S. (1980). Encoding/Decoding. Dalam S. Hall, D. Hobson, A. Lowe, & P. Willis (Eds.), Culture, Media, Language (pp. 128–138). London: Hutchinson. https://www.taylorfrancis.com/books/mono/10.4324/9780203381182/culture-media-language-stuart-hall
Juleha, J., Armayani, R. R., Tambunan, L. C., & Siregar, R. M. (2024). Peran Media Sosial dalam Dinamika Opini Publik dan Partisipasi Politik Era Digital. Concept: Journal of Sosial Humanities and Education, 3(1), 40–46. https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Concept/article/download/951/972
Lahagu, J. (2025). Analisis Resepsi Followers Akun Instagram Berita dalam Memaknai Isu-Isu Sosial Politik. Router: Jurnal Komunikasi dan Media, 4(1), 45–58. https://journal.aptii.or.id/index.php/Router/article/download/421/586
McQuail, D. (2011). Teori Komunikasi Massa McQuail (Edisi 6). Jakarta: Salemba Humanika. https://www.google.co.id/books/edition/Teori_Komunikasi_Massa_McQuail_Ed_6/
Nabila, V., Nurhadi, Z. F., & Kurniawan, A. W. (2024). Pengaruh Media Sosial Instagram terhadap Literasi Politik Gen Z pada Pilkada 2024. Jurnal Communio: Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi, 13(2), 269–283.https://ejurnal.undana.ac.id/index/index.php/JIKOM/article/download/9707/4550
Nasrullah, R. (2021). Komunikasi Siber (Cybercommunication): Teori, Konsep, dan Analisis pada Media Sosial dan Ruang Siber. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Nurhajati, L., & Wardhani, A. K. (2022). Konstruksi Opini Publik dan Kritik Sosial di Kolom Komentar Media Sosial Instagram. Jurnal Komunikasi Indonesia, 11(2), 115–128.
Tafana, D. L., Suryasuciramdhan, A., & Salsa, N. U. (2024). Analisis Peran Media Sosial dalam Membentuk Opini Publik Politik. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP), 7(2), 4120–4128. https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jrpp/article/download/37639/26230
Yunus, Syarifudin (2019). Jurnalistik Terapan. Bogor: Ghalia Indonesia.







