PERAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DALAM PENGELOLAAN PESERTA DIDIK UNTUK MENDORONG PEMBELAJARAN BERMAKNA DI SEKOLAH DASAR
Keywords:
Manajemen Berbasis Sekolah, Pengelolaan Peserta Didik, Partisipasi Siswa, Pembelajaran BermaknaAbstract
Rendahnya partisipasi siswa dalam proses pembelajaran menjadi salah satu tantangan serius di tingkat sekolah dasar, yang berdampak pada terbatasnya capaian pembelajaran bermakna. Dalam konteks ini, pengelolaan peserta didik menjadi aspek krusial yang dapat mendorong keterlibatan aktif siswa jika diintegrasikan melalui pendekatan manajerial yang tepat, salah satunya adalah Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana peran MBS dalam pengelolaan peserta didik dapat meningkatkan partisipasi siswa dan mewujudkan pembelajaran bermakna di sekolah dasar. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif jenis deskriptif eksploratif di MI NU Unggulan Paramadina, Kabupaten Jepara. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru kelas, dan siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis melalui teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan MBS dalam pengelolaan peserta didik telah dilakukan melalui pelibatan guru dan orang tua dalam perencanaan dan pelaksanaan program pembinaan, namun belum didukung sistem evaluasi partisipasi siswa yang terstruktur. Strategi guru seperti penggunaan metode interaktif, pemberian peran kelompok, dan penguatan afektif terbukti mampu meningkatkan keaktifan belajar siswa. Faktor pendukung antara lain komitmen kepala sekolah, komunikasi terbuka, dan budaya sekolah yang religius; sementara faktor penghambat meliputi kurangnya pelatihan guru, fokus akademik yang dominan, dan keterlibatan komite yang terbatas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa MBS memiliki peran signifikan dalam mengoptimalkan pengelolaan peserta didik untuk menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual, inklusif, dan bermakna di tingkat sekolah dasar.







