DEKONSTRUKSI IDENTITAS DAN PEMBERONTAKAN TOKOH PEREMPUAN DALAM KUMPULAN CERPEN MEREKA BILANG, SAYA MONYET KARYA DJENAR MAESA AYU: KAJIAN KRITIK SASTRA FEMINISME
Keywords:
Dekonstruksi Identitas, Pemberontakan Perempuan, Kritik Sastra Feminisme, Djenar Maesa Ayu, Sastra Kontemporer.Abstract
Penelitian ini mengeksplorasi dinamika dekonstruksi identitas dan model pemberontakan tokoh perempuan dalam kumpulan cerpen Mereka Bilang, Saya Monyet (2002) karya Djenar Maesa Ayu. Di tengah dominasi budaya patriarki dan sensor moralitas yang ketat, karya ini muncul sebagai narasi subversif yang menggugat kemapanan peran gender di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis melalui lensa kritik sastra feminisme dan teori dekonstruksi. Fokus utama penelitian adalah mengungkap bagaimana identitas perempuan yang selama ini terkonstruksi secara sosial dibongkar dan bagaimana pemberontakan dilakukan untuk merebut kembali agensi diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dekonstruksi identitas terjadi melalui pergeseran posisi perempuan dari objek yang didefinisikan secara peyoratif (sebagai "monyet" atau "pelengkap") menjadi subjek otonom yang berdaulat atas tubuh dan pikirannya. Model pemberontakan tokoh perempuan terwujud dalam dua bentuk signifikan: pemberontakan diskursif melalui penggunaan bahasa frontal untuk mendobrak tabu seksualitas, serta pemberontakan eksistensial melalui penolakan otoritas patriarki tradisional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa karya Djenar bukan sekadar eksplorasi kevulgaran, melainkan sebuah pernyataan politik identitas yang penting dalam perkembangan sastra feminis kontemporer di Indonesia.







