KEPUNAHAN BAHASA DAERAH DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF BAHASA SEBAGAI IDENTITAS BUDAYA
Keywords:
Kepunahan Bahasa, Identitas Budaya, Bahasa Daerah, Pelestarian BudayaAbstract
Artikel ini membahas kepunahan bahasa daerah di Indonesia dalam perspektif bahasa sebagai identitas budaya. Bahasa tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga merupakan warisan budaya yang membentuk identitas suatu komunitas. Berdasarkan data dari Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sebanyak 11 bahasa daerah telah punah, sementara puluhan lainnya terancam punah. Fenomena ini disebabkan oleh berbagai estar, termasuk pergeseran bahasa akibat globalisasi, kurangnya pewarisan antargenerasi, serta rendahnya kesadaran estarian dalam melestarikan bahasa daerah. Artikel ini juga mengkaji dampak hilangnya bahasa terhadap keberlanjutan kebudayaan esta serta menawarkan strategi pelestarian, seperti kebijakan estarian berbasis bahasa daerah dan integrasi media estar sebagai sarana revitalisasi bahasa. Dengan pendekatan ini, diharapkan bahasa daerah tetap estari sebagai bagian dari identitas bangsa Indonesia.
References
Sumber Buku
Crystal, D. (2000). Language Death. Cambridge: Cambridge University Press.
Fishman, J. A. (1991). Reversing Language Shift: Theoretical and Empirical Foundations of Assistance to Threatened Languages. Clevedon: Multilingual Matters.
Harrison, K. D. (2007). When Languages Die: The Extinction of the World's Languages and the Erosion of Human Knowledge. Oxford: Oxford University Press.
Haryono, T. J. S. (2012). Pengantar Antropologi. Departemen Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga.
Koentjaraningrat. (1987). Kebudayaan, Mentalitas, Dan Pembangunan. Gramedia.
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Kusumohamidjojo, B. (2010). Filsafat Kebudayaan: Proses Realisasi Manusia. Jalasutra.
Lauder, M. R. (2011). Bahasa dan Globalisasi: Ancaman terhadap Keberlangsungan Bahasa Daerah di Indonesia. Jakarta: Gramedia.
Moeliono, A. M., & Dardjowidjojo, S. (2017). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Nettle, D., & Romaine, S. (2000). Vanishing Voices: The Extinction of the World's Languages. Oxford: Oxford University Press.
Ostler, N. (2005). Empires of the Word: A Language History of the World. New York: HarperCollins.
Prawiroatmojo, S. (2010). Bahasa dan Kebudayaan dalam Perspektif Antropologi. Yogyakarta: Kanisius.
Pujileksono, S. (2015). Pengantar Antropologi: Memahami Realitas Sosial Budaya. Intrans Publishing.
Sudaryanto. (2015). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa: Pengantar Penelitian Wahana Kebahasaan. Yogyakarta: Sanata Dharma University Press.
Sumaryono, E. (2010). Dasar-Dasar Logika. PT Kanisius.
Sutrisno, M. (2016). Membaca Rupa Wajah Kebudayaan. PT Kanisius.
Sumber Surat Kabar
Kompas. (2019, Oktober 29). Cegah Kematian Bahasa.
Sumber Jurnal
Austin, P. K., & Sallabank, J. (2011). The Cambridge Handbook of Endangered Languages. Cambridge University Press.
Brenzinger, M. (2007). Language Endangerment Throughout the World. International Journal of the Sociology of Language, 183(1), 1-10.
Grenoble, L. A., & Whaley, L. J. (2006). Saving Languages: An Introduction to Language Revitalization. Cambridge University Press.
Halim, A. (2018). Bahasa dan Identitas Budaya: Studi pada Bahasa Daerah di Indonesia yang Terancam Punah. Jurnal Antropologi Indonesia, 42(1), 55-70.
Low, D. S., McNeill, I., & Day, M. J. (2022). Endangered Languages: A Sociocognitive Approach to Language Death, Identity Loss, and Preservation in the Age of Artificial Intelligence. Sustainable Multilingualism, 21(1), 1-25. https://doi.org/10.2478/sm-2022-0011
Mufwene, S. S. (2017). Language Vitality and the Ecology of Language Evolution. Journal of Language Contact, 10(1), 155-180.
Patria, R., & Merdeka, P. H. (2023). Creative Strategies in the Recovery of Endangered Languages. Journal of Literature Language and Academic Studies, 2(2), 57-61. https://doi.org/10.56855/jllans.v2i2.671
Pennycook, A. (2010). Language as a Local Practice. Routledge.
Puspitasari, R. (2019). Perubahan Sosial dan Pergeseran Bahasa: Studi Kasus di Komunitas Multibahasa Indonesia. Jurnal Sosiolinguistik Nusantara, 5(3), 80-95.
Riyanto, E. D., Dwisusilo, S. M., Rahman, S. B. A., & Afdholy, N. (2023). Tengger Communities Creativity and Language Preservation in Text-Speak on the WhatsApp Social Media Platform. International Journal of Anthropology, 38(3-4), 263-279. https://doi.org/10.14673/IJA2023341113
Sihite, M. R., & Sibarani, B. (2024). Technology and Language Revitalization in Indonesia: A Literature Review of Digital Tools for Preserving Endangered Languages. International Journal of Educational Research Excellence, 3(2), 610-620. https://doi.org/10.55299/ijere.v3i2.988
Siregar, I. (2022). Effective and Efficient Treatment of Regional Language Preservation Strategies in the Nusantara. Journal of Humanities and Social Sciences Studies, 4(2), 16-22. https://doi.org/10.32996/jhsss.2022.4.2.3
Suhendi, E. T. (2024). Revitalizing the Indonesian Language as a National Identity in the Globalization Era: Challenges and Strategies. Journal of English Language and Education, 10(1). https://doi.org/10.31004/jele.v10i1.635
Suryadinata, L. (2020). Revitalisasi Bahasa Daerah dalam Menjaga Keberagaman Budaya di Indonesia. Jurnal Linguistik Indonesia, 38(2), 125-140.
Zhang, H., & Mace, R. (2021). Cultural extinction in evolutionary perspective. Evolutionary Human Sciences, 3, e30. https://doi.org/10.1017/ehs.2021.25
Sumber Pemerintah
Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (1991). Pemetaan Bahasa Daerah Di Indonesia.







