PENERAPAN TEORI BELAJAR MELALUI PENDEKATAN BEHAVIORISTIK
Keywords:
Teori Belajar, Dengan pendekatan behavioristik, PembelajaranAbstract
Teori belajar dengan pendekatan behavioristik merupakan teori belajar yang lebih mengutamakan pada perubahan tingkah laku siswa sebagai akibat adanya stimulus dan respon. Dengan kata lain, belajar merupakan bentuk perubahan yang dialami siswa dalam hal kemampuannya yang bertujuan merubah tingkah laku dengan cara interaksi antara stimulus dan respon. Menurut Watson tingkah laku siswa merupakan hasil dari pembawaan genetis dan pengaruh lingkungan, sedangkan menurut Pavlov merujuk pada sejumlah prosedur pelatihan antara satu stimulus dan rangsangan muncul untuk menggantikan stimulus lain dalam mengembangkan respon, terakhir menurut Skinner hubungan antara stimulus dan respons terjadi karena melalui interaksi dengan lingkungan yang kemudian menimbulkan perubahan tingkah laku. Dengan demikian, teori belajar dengan pendekatan behavioristik lebih memfokuskan untuk mengembangkan tingkah laku siswa ke arah yang lebih baik. Pembelajaran dengan pendekatan behavioristik sering disebut juga dengan pembelajaran stimulus respons. Tingkah laku siswa merupakan reaksi-reaksi terhadap lingkungan dan segenap tingkah laku merupakan hasil belajar. Pembelajaran dengan pendekatan behavioristik meningkatkan mutu pembelajaran jika dikenalkan kembali penerapannya dalam pembelajaran. Berdasarkan komponennya, teori ini relevan digunakan dalam pembelajaran sekarang ini. Penerapan teori belajar dengan pendekatan behavioristik mudah sekali ditemukan di sekolah. Hal ini dikarenakan mudahnyapenerapan teori ini untuk meningkatkan kualitas peserta didik.
References
Astuti, S. B. Waluya, and M. Asikin. “Strategi Pembelajan Dalam Menghadapi Tantangan Era Revolusi 4.0.” Seminar Nasional Pascasarjana 2019 2, no. 1 (2019): 469–473.
Budaya, Perspektif, Kelompok Minoritas, D I Indonesia, Aji Taufiq Pambudi, Rossi Galih Kesuma, Aji Taufiq Pambudi, and Rossi Galih Kesuma. “Self Efficacy Pemilihan Karir Siswa Smp Di Tinjau Dari Perspektif Budaya Kelompok Minoritas Di Indonesia.” Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman 2 (2016): 1–8.
Damsy, Yanuarius Jack, and Wanto Rivaei. “Sikap Dan Perilaku Menyimpang Anak” (n.d.).
Fathurrochman, Irwan, and Eka Apriani. “Pendidikan Karakter Prespektif Pendidikan Islam Dalam Upaya Deradikalisasi Paham Radikal.” POTENSIA: Jurnal Kependidikan Islam 3, no. 1 (2017): 122.
Fazrin, I, H Saputro, A Chusnatayaini, and NA Ningrum. “Mengembangkan Intelegensi Quotient (IQ) Pada Anak Prasekolah Dengan Stimulasi Keluarga Dan Pendidikan Anak Usia Dini” (2017).
Sholichah, Aas Siti. “Teori-Teori Pendidikan Dalam Al-Qur’an.” Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam 7, no. 01 (2018): 23.
Suryana, Yaya, and dkk. “Manajemen Pembelajaran Daring Berbasis Empati Untuk Pemeliharaan Motivasi Belajar Daring Mahasiswa Dalam Situasi Wabah COVID-19.” Digital Library, UIN SUnan Gung Djati, Bandung, no. March (2020): 1–14.
Susanto, Ahmad. “Teori Belajar Dan Pembelajaran.” In Jakarta : Prenadamedia Group, Hal. 5, 2013.
———. “Teori Belajar Dan Pembelajaran Di Sekolah Dasar.” In Jakarta: PrenadaMedia Group, Hal. 57, 2016.
Yanti, L. M., & Saputra, S. M. Penerapan Pendekatan REBT (Rasional Emotive Behavior Theraphy) Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa. Edited by Kajian Bimbingan dan Konseling Dalam Pendidikan. 1st ed. Fokus, 2018.







